Guru SD di Bogor Jadi Korban Begal Saat Nyambi Ngojek

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Nasib buruk datang Senin petang, 18 Mei 2026. Apid, seorang guru SD berusia 50 tahun, masih mencari tambahan penghasilan. Ia bukan sedang mengajar. Ia sedang menarik ojek pangkalan.

Pria yang sehari-hari mengajar di sekolah dasar itu menerima seorang penumpang. Awalnya biasa saja. Penumpang meminta diantar menuju daerah Malibo, kawasan sepi di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Namun perjalanan itu ternyata jebakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Cariu Kompol Agus Hidayat mengatakan korban seharusnya mulai curiga karena lokasi tujuan sudah jauh dari permukiman warga. Di daerah itu nyaris tidak ada kampung maupun rumah penduduk.

Baca Juga:  Denting Bambu 600 Tahun Bergema di Goa Gudawang

Saat tiba di lokasi yang gelap dan sepi, pelaku meminta korban berhenti.

Di situlah aksi begal terjadi.

Pelaku mengeluarkan pisau kecil lalu menodong korban agar menyerahkan sepeda motor. Apid sempat mempertahankan kendaraannya. Tetapi tenaga korban kalah. Ia didorong hingga terjatuh ke semak-semak di pinggir jalan.

“Korban sempat kebentur tanah dan mengalami luka lecet di bagian bibir,” ujar Agus.

Baca Juga:  Viral Sejumlah Indomaret Tutup, Ini Alasannya

Motor korban kemudian dibawa kabur pelaku.

Peristiwa guru SD di Bogor jadi korban begal ini langsung menjadi perhatian warga Cariu. Banyak yang tidak menyangka seorang guru yang mencari tambahan nafkah dengan menarik ojek justru menjadi sasaran kejahatan jalanan.

Apid diketahui memang bekerja sampingan sebagai pengemudi ojek pangkalan untuk menambah penghasilan keluarga.

Siang hari ia mengajar murid SD. Sore hingga malam ia mencari penumpang.

Baca Juga:  Diskominfo Bogor Dorong Siswa Jadi Content Creator

Kisah guru SD di Bogor jadi korban begal itu sekaligus menggambarkan kerasnya perjuangan sebagian tenaga pendidik di daerah.

Setelah mengajar di sekolah, mereka masih harus bekerja tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku begal yang membawa kabur motor korban.

Warga yang biasa melintas menuju kawasan Malibo juga diminta lebih waspada, terutama saat malam hari karena jalur tersebut minim penerangan dan jauh dari permukiman.***

Berita Terkait

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan
Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang
Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya
Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga
Di Balik Senyum Ibu Mimin, Tersimpan Perjuangan yang Panjang
Sopir Angkot Gelar Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, Berikut Tuntutannya

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:19 WIB

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Rabu, 9 September 2026 - 14:19 WIB

Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB