Fadhli Romadhon Raih Juara 2 International Scientific Paper Competition 2026

Irwan Maulana

- Redaksi

Senin, 14 September 2026 - 12:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Siapa bilang mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam hanya bisa berbicara di depan kamera atau di atas panggung? Moh Fadhli Romadhon justru membawa gagasannya ke arena kompetisi ilmiah dan berhasil meraih Juara 2 dalam 18th Katulistiwa “International Scientific Paper Competition”. Digelar pada 23 Agustus 2026 oleh Lingkar Studi Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis (LSME) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, kompetisi ini mengusung tema inovasi berkelanjutan untuk mendorong daya saing global.

Kompetisi tahun ini mengangkat tema “Impact for the New Economy: Pioneering Sustainable Innovation to Drive Global Competitiveness”—sebuah tema yang menempatkan inovasi berkelanjutan dan daya saing global sebagai bagian penting dalam membentuk arah ekonomi baru.

Bukan Sekadar Menulis, tetapi Menguji Gagasan

Pencapaian ini menjadi menarik karena Fadhli datang dari latar belakang Komunikasi dan Penyiaran Islam, bidang yang selama ini lebih banyak diasosiasikan dengan komunikasi, media, dakwah, dan public speaking.

Baca Juga:  Sah! IUQI Naik Level Menjadi Universitas Islam Bogor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, perjalanan tersebut justru memperlihatkan bahwa kemampuan komunikasi tidak berhenti pada bagaimana seseorang berbicara di depan publik. Kemampuan memahami persoalan, menyusun gagasan, membangun argumentasi, hingga menyampaikan ide secara sistematis juga menjadi bagian penting dari proses akademik dan kompetisi ilmiah.

Bagi Fadhli, menulis karya ilmiah bukan sekadar memenuhi tuntutan kompetisi. Ada proses panjang untuk mengubah sebuah pemikiran menjadi gagasan yang memiliki arah, relevansi, dan potensi dampak.

“Bagi saya, prestasi ini bukan hanya tentang mendapatkan juara. Lebih dari itu, ini menjadi pengingat bahwa sebuah gagasan layak diperjuangkan ketika kita mau mengolahnya dengan serius dan berani membawanya ke ruang yang lebih luas.”

Baca Juga:  Harlan Bestari Bengardi: Perjalanan Anak Kuli Bangunan hingga Jadi CEO & CO Founder Pestigo

Ketika Mahasiswa KPI Berbicara Lewat Karya

Predikat Juara 2 dalam 18th Katulistiwa International Scientific Paper Competition menjadi bukti bahwa ruang kontribusi mahasiswa tidak harus dibatasi oleh latar belakang program studi.

Dunia saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu melihat persoalan dari berbagai perspektif. Komunikasi membutuhkan riset. Inovasi membutuhkan kemampuan menyampaikan gagasan. Sementara perubahan membutuhkan keduanya.

Karena itu, bagi Fadhli, menjadi mahasiswa KPI bukan alasan untuk membatasi diri hanya pada satu bidang. Justru ilmu komunikasi menjadi bekal untuk memahami bagaimana sebuah gagasan dapat dikemas, dipertanggungjawabkan, dan dikomunikasikan agar mampu menjangkau lebih banyak orang.

“Saya percaya bahwa ilmu apa pun yang kita pelajari akan menjadi lebih berarti ketika bisa digunakan untuk membaca persoalan dan menawarkan sesuatu yang bermanfaat. Tidak harus selalu besar, tetapi harus dimulai dari keberanian untuk mencoba.”

Baca Juga:  Sambut HUT Kemerdekaan RI, Mahasiswa KKM dan Warga Bersihkan Akses Jalan

Dari Kampus, Menuju Gagasan yang Berdampak

Prestasi ini sekaligus menambah perjalanan Fadhli dalam mengembangkan diri melalui berbagai ruang akademik, kepemudaan, komunikasi, inovasi, dan pengembangan gagasan.

Bagi dirinya, kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan penghargaan di akhir perjalanan. Kompetisi adalah ruang untuk menguji sejauh mana seseorang mampu mempertanggungjawabkan ide yang ia percaya.

Sebab pada akhirnya, piala hanya menjadi simbol dari sebuah proses. Yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk berpikir, kemauan untuk belajar, dan konsistensi untuk membawa sebuah gagasan menuju sesuatu yang memiliki makna.

Raihan 2nd Winner 18th Katulistiwa International Scientific Paper Competition pun menjadi satu babak baru bagi Fadhli untuk terus mempertemukan ilmu komunikasi, riset, inovasi, dan semangat kontribusi dalam satu perjalanan.

Dari sebuah gagasan yang ditulis, lahirlah sebuah pencapaian. Dan dari sebuah pencapaian, semoga lahir gagasan-gagasan berikutnya yang tidak hanya memenangkan kompetisi, tetapi juga mampu memberikan impact bagi masyarakat dan masa depan.[]

 

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB