Binanews.id | Bogor- Di Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, mahasiswa KKN Kelompok 4 STAINU Cianjur berkesempatan mengunjungi dan berbincang dengan seorang warga bernama Ibu Mimin, 64 tahun. Di usia senjanya, Ibu Mimin kini hanya tinggal berdua bersama putri ketiganya, Martini, sekitar 40 tahun, yang memiliki kelainan sejak lahir.
Ibu Mimin telah ditinggal wafat oleh suaminya. Dari tiga orang anak yang dimilikinya, anak pertama telah menikah dan sejak saat itu tidak lagi memberikan kabar, sedangkan anak keduanya telah meninggal dunia. Kini, hanya Martini yang menemani Ibu Mimin menjalani kehidupan sehari-hari.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Ibu Mimin mengandalkan bantuan dari pemerintah yang diterima secara tidak rutin, terkadang sekitar tiga bulan sekali. Bantuan tersebut harus dicukup-cukupkan agar dapat memenuhi kebutuhan hingga bantuan berikutnya datang. Sesekali, Ibu Mimin juga mendapatkan bantuan dari warga sekitar, terutama berupa sebagian hasil panen.
Martini, meskipun memiliki kelainan sejak lahir, masih dapat diajak berkomunikasi dan memahami pembicaraan dengan cukup baik. Namun, pengucapannya kurang jelas sehingga membutuhkan perhatian dan kesabaran dalam berkomunikasi.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 4 STAINU Cianjur berupaya membantu dengan menghubungkan Ibu Mimin dan Martini kepada pihak yang memiliki kepedulian sosial. Alhamdulillah, upaya tersebut mendapatkan respons positif dari Dompet Dhuafa, yang kemudian memberikan bantuan kepada Ibu Mimin.
Bantuan dari Dompet Dhuafa telah diterima dengan baik oleh Ibu Mimin. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus sedikit meringankan beban Ibu Mimin dan putrinya.
Dengan penuh rasa syukur, Ibu Mimin menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa, para donatur, serta mahasiswa KKN Kelompok 4 STAINU Cianjur yang telah membantu dan menjadi perantara hingga bantuan tersebut dapat diterima.
Kisah Ibu Mimin menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan yang sederhana, terdapat perjuangan panjang yang mungkin tidak banyak diketahui. Semoga bantuan dan kepedulian yang diberikan dapat terus menjadi jalan kebaikan serta membawa manfaat bagi Ibu Mimin dan putrinya.[]
Editor : Fathurroji









