KKN UIN Jakarta Sosialisasi dan Praktik Digitalisasi UMKM

Annisa Komala, Nurhaliza Putri (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Irwan Maulana

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 12:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta–Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara masyarakat menjalankan kegiatan ekonomi, mulai dari metode pembayaran, cara memperkenalkan produk kepada pelanggan. Melihat perubahan tersebut, mahasiswa KKN Arunika Sandyakala 317 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan program Digitalisasi UMKM Desa Tanjakan Mekar sebagai upaya mendorong pelaku usaha lokal untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dari terlihatnya usaha secara umum dapat diakses dan secara kreatif menarik dari sisi visual, serta pembayaran modern qris yang lebih menarik pembeli modern dalam kegiatan usahanya, sehingga pelanggan dapat mengeksplor sisi umkm di desa ini dari segala sisi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan melibatkan mahasiswa KKN dan pelaku UMKM setempat. Program dilaksanakan melalui sosialisasi dan pendampingan yang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai digitalisasi, tetapi juga mengarahkan peserta pada penerapan teknologi yang dapat digunakan secara langsung dalam kegiatan usaha.

Program digitalisasi tersebut berfokus pada beberapa kebutuhan utama UMKM, yaitu pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai dengan berbagai platform, Google Maps untuk meningkatkan visibilitas lokasi usaha, serta pembuatan flyer dan pemanfaatan WhatsApp sebagai media promosi digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui pengenalan QRIS, mahasiswa membantu pelaku UMKM memahami dimana pembeli saat ini banyak mencari aksesbilitas mudah dengan hanya 1 qris, dengan qris ini menarik pembeli lebih banyak karna merasa dimudahkan saat bertransaksi hanya dengan satu HP saja. Pembayaran digital diperkenalkan sebagai salah satu alternatif transaksi yang dapat mempermudah pelanggan tanpa menghilangkan penggunaan pembayaran tunai yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat.

Baca Juga:  Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta akan Punya Gedung KH Nasaruddin Umar

Mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan Google Maps agar keberadaan usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat kami menekankan pada warga bahwa agar pembeli dari berbagai macam daerah yang singgah maupun warga setepat dapat mengakses “produk umkm terdekat” dengan mudah . Informasi mengenai lokasi usaha menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas jangkauan UMKM, terutama ketika calon pelanggan memperoleh informasi usaha melalui perangkat digital.

Pendampingan juga dilakukan dalam pembuatan media promosi sederhana berupa flyer serta pemanfaatan WhatsApp. Media tersebut dipilih karena relatif dekat dengan Hannya satu media saja bisa menghasilkan pelanggan harian, dimana memanfaatkan flyer dengan pricelist harga sehingga masyarakat  lebih mudah dalam berlangganan secara harian, dan menjadi salah satu sarana yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha dengan kreatif untuk menarik pelanggan, di dalam flyer terdapat 3 opsi Digitalisasi Qris, Gmaps, dan pricelist, dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Sebelum pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Tanjakan Mekar. Tahap awal dilakukan dengan mengundang pelaku UMKM untuk hadir di balai desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai peluang digitalisasi usaha, tetapi juga membagikan formulir kebutuhan yang dapat diisi oleh masing-masing pelaku UMKM. Melalui formulir tersebut, pelaku usaha dapat memilih bentuk digitalisasi yang paling mereka butuhkan, mulai dari pembuatan QRIS, Google Maps, hingga media promosi berupa flyer dan pricelist.

Baca Juga:  KKN Kelompok 21 UIB Bekali Pelajar SMK Giri Taruna dengan Literasi Keuangan Digital

Pengumpulan data tersebut menjadi acuan mahasiswa untuk menentukan bentuk kebutuhan akan diberikan kepada masing-masing pelaku usaha dimana kami juga membantu subsidi pembuatan fyler, qris danlainya, program dilakukan dengan memberikan layanan digitalisasi yang sama kepada seluruh UMKM disesuaikan dengan kebutuhan yang telah disampaikan oleh pelaku usaha melalui formulir. Data dan pilihan kebutuhan yang terkumpul kemudian digunakan mahasiswa untuk mempersiapkan proses pendampingan sebelum kegiatan utama dilaksanakan.

Setelah proses pemetaan dan edukasi dilakukan, mahasiswa kembali melakukan pendampingan secara door to door pada 13 dan 15 Agustus 2026. Kegiatan ini berlangsung panjang 3 minggu, hasil pengumpulan kebutuhan UMKM sebelumnya mahasiswa masuk ke tahap eksekusi dengan mendatangi pelaku usaha berdasarkan data yang telah dihimpun untuk memberikan edukasi sekaligus membantu proses digitalisasi secara langsung. Door to door memungkinkan mahasiswa untuk melihat kondisi usaha secara langsung untuk pendampingan dan didokumentasikan pada qris, g maps dan dalam kebutuhan flyer menyesuaikan bentuk design dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.

Baca Juga:  KKM Kelompok 14 Universitas Islam Bogor Gelar Festival Anak Desa

Melalui rangkaian tersebut, digitalisasi UMKM berhasil sosialisasi di balai desa, dilanjutkan hingga tahap penerapan dan resmi terbuat. Proses yang dimulai dari pemetaan kebutuhan, edukasi, pengisian formulir, pengolahan data, hingga pendampingan langsung menjadi bagian dari upaya mahasiswa agar teknologi yang diperkenalkan benar-benar relevan  dan jangka panjang dan  kebutuhan pelaku UMKM di Desa Tanjakan Mekar terpenuhi dan mudah diakses pengguna media platform.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut memberikan arahan agar pelaksanaan digitalisasi  mempermudah penggunaannya bagi pelaku UMKM. Mahasiswa diarahkan untuk menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha sehingga hasil digitalisasi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan usaha mereka.tetapi dapat terus dimanfaatkan, dikenang oleh pelaku usaha untuk mendukung transaksi, promosi, dan keberadaan usaha mereka di ruang digital.

Program Digitalisasi UMKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Arunika Sandyakala 317 dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi di zaman masyarakat 5.0. Dengan menggabungkan sosialisasi dan praktik langsung, mahasiswa memperkenalkan konsep digitalisasi, tetapi juga berupaya memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Tanjakan Mekar.[]

 

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB