Cegah Perundungan, SMK Arriyadul Huda Gelar Seminar Antu Bullying

Zenuri (Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIB)

Irwan Maulana

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor – Dalam upaya meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap bahaya perundungan di lingkungan pendidikan, SMK Arriyadul Huda menggelar Seminar Bullying bertema “Merawat Empati, Menghentikan Perundungan” pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan di lingkungan SMK Arriyadul Huda dan diikuti oleh siswa dan siswi kelas X, XI, dan XII. Seminar menghadirkan Niam Rohmatulloh, M.Pd. sebagai pemateri dengan Fatimah Az-Zahra bertindak sebagai moderator.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya edukasi untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai perundungan, dampak yang ditimbulkannya, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Niam Rohmatulloh menjelaskan bahwa perundungan bukan sekadar persoalan tindakan fisik. Perundungan juga dapat muncul melalui perkataan, sikap, maupun perlakuan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang hingga menimbulkan rasa tidak nyaman, tertekan, atau tersakiti.

Baca Juga:  KKM UIB Gandeng PMI Adakan Workshop Tanggap Darurat

Peserta didik juga diajak untuk memahami bahwa tindakan yang sering dianggap sebagai candaan tidak selalu dapat diterima oleh orang lain. Perkataan atau perilaku yang dilakukan secara berulang dan memberikan tekanan kepada seseorang dapat berkembang menjadi bentuk perundungan.

“Karena itu, penting bagi kita untuk memahami perasaan orang lain dan mempertimbangkan dampak dari setiap perkataan maupun tindakan yang kita lakukan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selain membahas berbagai bentuk perundungan, seminar juga menekankan pentingnya membangun sikap empati dalam kehidupan sehari-hari. Empati dipandang sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.

Dengan adanya empati, peserta didik diharapkan mampu memahami kondisi dan perasaan orang lain, menghargai perbedaan, serta menghindari tindakan yang dapat merendahkan atau menyakiti sesama.

Baca Juga:  Mahasiswa KKNT INAIS Olah Jelantah Jadi Lilin

Pemateri juga menegaskan bahwa upaya menghentikan perundungan tidak hanya menjadi tanggung jawab korban atau pihak sekolah. Seluruh warga sekolah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.

Peserta didik diharapkan tidak hanya menghindari diri dari tindakan sebagai pelaku, tetapi juga tidak memberikan dukungan terhadap perilaku perundungan. Sebaliknya, mereka didorong untuk memiliki kepedulian dan keberanian dalam mengambil sikap apabila menemukan tindakan yang mengarah pada perundungan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi diskusi dan mengajukan pertanyaan terkait berbagai bentuk perundungan yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya menjaga komunikasi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta menciptakan interaksi yang dilandasi oleh rasa saling menghormati.

Baca Juga:  Dai Cilik Ashiffa Raih Juara 2 se Kecamatan Gunung Sindur

Secara keseluruhan, Seminar Bullying bertema “Merawat Empati, Menghentikan Perundungan” berjalan dengan baik dan diikuti secara aktif oleh siswa dan siswi SMK Arriyadul Huda dari kelas X, XI, dan XII.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bahaya dan dampak perundungan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Seminar ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membangun kesadaran bersama bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

“Merawat empati bukan hanya tentang memahami perasaan orang lain, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menghentikan perundungan dan membangun lingkungan sekolah yang lebih manusiawi.”

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB