Budaya Sekolah ASRI Perkuat Ekosistem Pendidikan Bermutu

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Mewujudkan pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, nyaman, serta dukungan seluruh ekosistem pendidikan.

Maka dari itulah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terbangunnya budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, saat mengunjungi Sekolah Santo Fransiskus, Jakarta, Kamis (16/7), bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. “Dalam suasana dan bagian dari upaya kami membangun gerakan dan budaya ASRI yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Tadi Romo sudah menyampaikan lingkungannya bersih, lingkungannya nyaman, lingkungan sosialnya membuat kita merasa damai dan tenang di dalamnya. Dan inilah yang ingin kita bangun di semua sekolah di Indonesia termasuk di sekolah Fransiskus ini,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga:  Butet Manurung, Mengajar Baca Tulis agar Hutan Tak Dirampas

Mendikdasmen menjelaskan bahwa upaya tersebut diperkuat melalui penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Kebijakan ini mendorong sekolah menjadi ruang yang menghargai martabat setiap warga sekolah melalui interaksi yang dilandasi penghormatan, ketulusan, dan saling memuliakan. “Ketika kita menjadikan pendidikan ini sebagai proses menjalankan misi kenabian, misi profetik, maka tentu saja kita berusaha bagaimana mewujudkan kemuliaan itu dalam cara kita menyapa sesama murid, dalam cara kita menyapa sesama rekan pendidik, dan dalam kita semua berinteraksi di lingkungan sekolah ini. Memuliakan berarti menerima semua dengan penuh ketulusan,” ucapnya.

Baca Juga:  Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa mewujudkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

Oleh karena itulah Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. “Karena kita berkomitmen bahwa pemerintah ini sebagai penyelenggara negara tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat, dari semua pihak. Karena itu visi Pendidikan Bermutu untuk Semua kami wujudkan dengan partisipasi semesta,” tegasnya.

Mendikdasmen mengajak kepada seluruh orang tua dimanapun berada untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  KKM 12 UIB Lolos Tahap 3 Program Inovasi BAPPERIDA Kabupaten Bogor

Menurutnya semua keberhasilan pendidikan memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai satu ekosistem yang saling menguatkan. “Kepada para orang tua, percayakan pendidikan di sekolah kepada para pendidik. Percayakanlah agar para pendidik dapat melaksanakan tugas yang terbaik. Tolong jangan diintervensi para gurunya. Tolong pula jangan dipolisikan para gurunya,” ucapnya.

Mendikdasmen berharap budaya sekolah ASRI tidak hanya menjadi gerakan mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan sehingga cita-cita Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta dapat terwujud.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB