Binanews.id | Bogor- Mewujudkan pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, nyaman, serta dukungan seluruh ekosistem pendidikan.
Maka dari itulah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terbangunnya budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, saat mengunjungi Sekolah Santo Fransiskus, Jakarta, Kamis (16/7), bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).
Menurutnya sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. “Dalam suasana dan bagian dari upaya kami membangun gerakan dan budaya ASRI yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Tadi Romo sudah menyampaikan lingkungannya bersih, lingkungannya nyaman, lingkungan sosialnya membuat kita merasa damai dan tenang di dalamnya. Dan inilah yang ingin kita bangun di semua sekolah di Indonesia termasuk di sekolah Fransiskus ini,” ujar Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa upaya tersebut diperkuat melalui penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Kebijakan ini mendorong sekolah menjadi ruang yang menghargai martabat setiap warga sekolah melalui interaksi yang dilandasi penghormatan, ketulusan, dan saling memuliakan. “Ketika kita menjadikan pendidikan ini sebagai proses menjalankan misi kenabian, misi profetik, maka tentu saja kita berusaha bagaimana mewujudkan kemuliaan itu dalam cara kita menyapa sesama murid, dalam cara kita menyapa sesama rekan pendidik, dan dalam kita semua berinteraksi di lingkungan sekolah ini. Memuliakan berarti menerima semua dengan penuh ketulusan,” ucapnya.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa mewujudkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
Oleh karena itulah Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. “Karena kita berkomitmen bahwa pemerintah ini sebagai penyelenggara negara tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat, dari semua pihak. Karena itu visi Pendidikan Bermutu untuk Semua kami wujudkan dengan partisipasi semesta,” tegasnya.
Mendikdasmen mengajak kepada seluruh orang tua dimanapun berada untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Menurutnya semua keberhasilan pendidikan memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai satu ekosistem yang saling menguatkan. “Kepada para orang tua, percayakan pendidikan di sekolah kepada para pendidik. Percayakanlah agar para pendidik dapat melaksanakan tugas yang terbaik. Tolong jangan diintervensi para gurunya. Tolong pula jangan dipolisikan para gurunya,” ucapnya.
Mendikdasmen berharap budaya sekolah ASRI tidak hanya menjadi gerakan mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan sehingga cita-cita Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta dapat terwujud.
Editor : Fathurroji









