Arianto Alumni UQI Bogor Raup Miliaran Rupiah dari Bebek Goreng

Irwan Maulana

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 08:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Arianto merupakan pria asal Riau. Dia menginjakan kaki di Bogor pada tahun 2002 untuk belajar di Pesantren Modern Ummul Quro al Islami Bogor. Dia bukan berasal dari keluarga yang kaya raya, tetapi mental wirausahanya sudah ada sejak kecil. Sejak kecil, dia sudah terbiasa berdagang. “Sebelum masuk pesantren, saya sebetulnya sudah ada bakat dagang. Waktu kecil saya jualan ikan hias, botol dan Kaleng Bekar ke rongsokan.” Bakat ini ternyata yang kemudian akan membawa dirinya pada profesinya saat ini.

Sosok Alm. KH Helmy Abdul Mubin merupakan sosok inspiratif baginya. Dia masih ingat ketika apel perdana, KH. Helmy Abdul Mubin memberikan nasihat-nasihat. Nasihat-nasihat itu berupa nasihat motivasi belajar, ibadah, dan motivasi hidup. Tetapi, bagi Arianto waktu itu ada satu nasihat yang bagi dirinya menarik, yaitu berkaitan dengan lapangan pekerjaan.

“Anak-anaku, saya tidak mengajarkan kalian untuk menjadi pegawai, saya mengajak kalian untuk membuka lapangan pekerjaan.” Nasihat itu yang kemudian terpatri pada sosok Arianto muda yang menjadi prinsip hidup dalam mengarungi kehidupannya sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bakat Entepreneur dan Nasihat Asatidz

Ketika Arianto menjadi pengurus santri, ia diberikan amanah sebagai Qismu Ta’lim atau bagian pengajaran. Sebelumnya dia diamanahi juga menjadi bagian Koperasi Buku. Justru ketika menjadi bagian koperasi buku inilah jiwa entepreneurnya terasah. Selama menjadi santri Arianto lebih suka mengerjakan hal-hal yang praktis, dia membaca buku hanya ketika dibutuhkan.

“Saya dulu bagian ta’lim (pengajaran). Sebelumnya jadi bagian koperasi buku. Disini bakat jualan saya terasah, waktu jadi santri saya lebih suka mengerjakan hal-hal yang bisa saya kerjakan, saya sebetulnya kurang baca buku, tapi saya baca buku itu kalau memang dibutuhkan saja.”

Baca Juga:  Aliyah Sakinah: Anak Tambal Ban, Alumni UQI yang Tembus Kampus Eropa

Ada nasihat yang dia ingat sampai sekarang. Nasihat pertama dari Kiyai Haji Fauzi Marhawi sebagai pembimbing Koperasi Buku. Nasihatnya adalah “Adik-adiku semuanya yang diberi amanah, ketika adik-adik diberikan amanah, apapun itu, kerjakan dengan seikhlas-ikhlasnya. Insyaallah nanti ada balasannya. Selain itu, ada nasihat yang dia pegang juga dari Kiyai Saiful Falah, yaitu “Apa yang kita dapat hari ini tidak tiba-tiba kita dapat. Semua yang kita dapat adalah hasil dari kerjakeras masa lalu.”

Selama menjadi jadi bagian koperasi buku, nasihat ini yang ia pegang. Dia menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Sampai bakat dagang dia terasah.

“Jujur, saya banyak belajar selama saya menjadi bagian koperasi buku. Saya jadi belajar bagaimana komunikasi dengan orang yang punya barang, waktu itu saya harus pesan barang berupa kitab-kitab di Empang Bogor dan buku-buku dari Penerbit Yudistira di Bogor Kota. Saya belajar cara pemesanan barang, interaksi dengan orang, pelanggan, sampai cara menjual barang ke konsumen.”

Keterampilan inilah yang kemudian membawanya pada keberhasilannya esok hari.

Lulus dari Pesantren, dan Berjualan

Setelah lulus dari Pesantren Ummul Quro, sebetulnya Arianto ingin melanjutkan studinya ke Mesir Dan Manbaul Furqon untuk menghafal al-Quran. Tetapi, karena tidak disetujui, dia pun pergi ke Jakarta ke Pondok Pesantren Al-Asyiratussyafi’iyyah Jakarta. Berkat pengalaman berjualannya menjadi santri dulu, dia bertahan hidup dengan berdagang, apalagi selama dia menjadi santri disana, Salah Satu Ustdaznya malah mendorongnya untuk berdagang.

“Setelah lulus dari pesantren, saya tadinya mau lanjut study ke Al Azhar Mesir dan orangtua tidak setuju. Oleh karena itu, Saya ke Jakarta ke Pesantren Assyiratussyafi’iyyah. Untuk bisa bertahan hidup ya saya jualan. Nah, malah dari situ salah satu kiai saya mendorong saya buat jualan.”

Baca Juga:  Hanifah, Mahasiswi UIB Raih Runner Up 1 Putera Puteri Budaya Banten 2026

Kemudian, dia pun melanjutkan studinya sambil di Pesantren di Sekolah Tinggi Sholahuddin Al Ayubi mengambil Program Studi Pendidikan Islam. Kemudian, ia lanjut S2 di UIN Syarif Hidayatulah mengambil Pendidikan Islam. Selama kuliah dia tinggal di Pesantren. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia pun sambil jualan foto kopi buku-buku.

“Nah, saya kemudian lanjut S1 di Kampus Swasta Sekolah Tinggi Solahuddin Al Ayubi mengambil prodi Pendidikan Islam, lalu S2 di UIN Jakarta mengambil prodi Pendidikan Islam. Selama kuliah, saya survive dengan jualan buku. Jadi buku-buku kiyai saya itu saya jual, lalu kemudian saya jual ke Jamaah bahkan kalau ada pengajian, itu saya jual ke jamaah beliau.”

Tahun 2015 Arianto juga pernah berjualan barang-barang seperti Jersey, baju-baju sport, dan jika ada orderan dia ke tanah abang untuk mengambil barang. Ia yakin selama ada kemauan, akan selalu ada jalan.

“Saya dulu tahun 2015 juga pernah jualan di online, di Toko Bagus, Toko Pedia. Ya jualannya jualan Jersey, terus ya sport, kalau ada orderan baru saya ke Tanah Abang. Saya yakin selama orang itu ada kemauan, insyaallah akan selalu ada jalan. Apalagi zaman sekarang informasi sudah banyak di medos, tinggal kitnya mau atau tidak.”

Covid dan Perubahan Haluan

Ketika Covid, mau tidak mau keadaan harus memaksa Arianto untuk pulang ke Riau dan tidak pulang kembali ke Jakarta. Setelah sampai di Riau, dia sudah tidak punya ghiroh untuk kembali mengajar. Dia pun kemudian membaca peluang. Dia survey lokasi sampai mendapatkan inspirasi untuk membuka Bebek Goreng Gobek. Ia pun harus Trial and Error selama enam bulan.

Baca Juga:  Rintisan BPRS Amanah Ummah: Memilih Orang Amanah, Bukan Bankir

“Karena Covid waktu itu jadi saya harus pulang dan tidak kembali lagi ke Jakarta. Waktu itu saya tidak ada Ghiroh lagi untuk ngajar. Akhirnya saya baca peluang, saya survey potensi apa yang ramai jika saya jualan disini, akhirnya jualanlah saya bebek goreng gobek. Saya sampai trial and eror itu selama enam bulan.”

Awal-awal dia membuka usaha, omset yang dia dapatkan hanya 600.000 perhari, dan saat ini omset yang dia peroleh yaitu 15.000.000-20.000.000 perhari.

“Ya awal-awal saya trial and error dulu ya, namanya awal masih belum ramai. Omset saya per hari itu waktu itu Rp,600.000, sekarang alhamdulillah sudah sampai Rp.15.000.000-Rp. 20.000.000.”

Tantangan Anak Muda Dalam Berbisnis

Menurut Arianto, tantangan utama anak muda yang ingin memulai bisnis berada pada mindset dan mental. Anak muda sekarang banyak yang ingin hasil instan. Padahal menurutnya semuanya perlu proses dan kerja keras. Tanpa proses dan kerja keras maka tidak akan berhasil.

“Ya tantangannya itu ada di mindset dan kemauan, mental ya lebih tepatnya. Anak-anak muda sekarang pengennya instan padahal semuanya butuh kerja keras dan kesungguhan.”

Dia juga menyampaikan bahwa bagi anak muda yang kekurangan modal, bisa menjadi reseller. Dia juga menyampaikan bahwa tidak ada alasan bagi anak muda untuk takut memulai bisnis.

“Modal itu tidak harus uang, tapi juga bisa koneksi. Waktu saya awal jualan, saya itu ambil barang ke orang. Terus, waktu saya ingin belajar bisnis saya sampai beli buku bisnis, bahkan sekarang ada Youtube lebih enak lagi. Asal ada kemauan sebetulnya ketemu. Bahkan beberapa menu saya itu saya eksplore juga dari Youtube.[]

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB