Di Balik Senyum Ibu Mimin, Tersimpan Perjuangan yang Panjang

Bisyral

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 19:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Di Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, mahasiswa KKN Kelompok 4 STAINU Cianjur berkesempatan mengunjungi dan berbincang dengan seorang warga bernama Ibu Mimin, 64 tahun. Di usia senjanya, Ibu Mimin kini hanya tinggal berdua bersama putri ketiganya, Martini, sekitar 40 tahun, yang memiliki kelainan sejak lahir.

Ibu Mimin telah ditinggal wafat oleh suaminya. Dari tiga orang anak yang dimilikinya, anak pertama telah menikah dan sejak saat itu tidak lagi memberikan kabar, sedangkan anak keduanya telah meninggal dunia. Kini, hanya Martini yang menemani Ibu Mimin menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Tragedi Kereta Bekasi, Praktisi Hukum Desak Investigasi secara Transparan

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Ibu Mimin mengandalkan bantuan dari pemerintah yang diterima secara tidak rutin, terkadang sekitar tiga bulan sekali. Bantuan tersebut harus dicukup-cukupkan agar dapat memenuhi kebutuhan hingga bantuan berikutnya datang. Sesekali, Ibu Mimin juga mendapatkan bantuan dari warga sekitar, terutama berupa sebagian hasil panen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Martini, meskipun memiliki kelainan sejak lahir, masih dapat diajak berkomunikasi dan memahami pembicaraan dengan cukup baik. Namun, pengucapannya kurang jelas sehingga membutuhkan perhatian dan kesabaran dalam berkomunikasi.

Baca Juga:  Saat Malam Tak Lagi Menjadi Waktu Beristirahat

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 4 STAINU Cianjur berupaya membantu dengan menghubungkan Ibu Mimin dan Martini kepada pihak yang memiliki kepedulian sosial. Alhamdulillah, upaya tersebut mendapatkan respons positif dari Dompet Dhuafa, yang kemudian memberikan bantuan kepada Ibu Mimin.

Bantuan dari Dompet Dhuafa telah diterima dengan baik oleh Ibu Mimin. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus sedikit meringankan beban Ibu Mimin dan putrinya.

Baca Juga:  Mobil Tertabrak KA Gajayana Di Bekasi Timur, Pengemudi Tewas Terjepit

Dengan penuh rasa syukur, Ibu Mimin menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa, para donatur, serta mahasiswa KKN Kelompok 4 STAINU Cianjur yang telah membantu dan menjadi perantara hingga bantuan tersebut dapat diterima.

Kisah Ibu Mimin menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan yang sederhana, terdapat perjuangan panjang yang mungkin tidak banyak diketahui. Semoga bantuan dan kepedulian yang diberikan dapat terus menjadi jalan kebaikan serta membawa manfaat bagi Ibu Mimin dan putrinya.[]

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan
Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang
Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya
Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga
Sopir Angkot Gelar Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, Berikut Tuntutannya
Karhutla Picu Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang Semakin Terbatas

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:19 WIB

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Rabu, 9 September 2026 - 14:19 WIB

Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB