Mayoritas Sindrom Mager, Temuan Dinkes Kota Bogor Saat Tes Kesehatan Pelajar Gen Z

Bisyral

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyoroti gaya hidup pelajar masa kini, khususnya Generasi Z (Gen Z), yang dinilai semakin minim aktivitas fisik.

Berdasarkan rapor kesehatan pelajar Kota Bogor tahun 2025, angka sindrom malas gerak (mager) mendominasi temuan medis di kalangan siswa.

Merespons hal tersebut, Pemkot Bogor berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) menggencarkan Gerakan Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang salah satu pelaksanaannya dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi kesehatan siswa tahun lalu menunjukkan sejumlah data yang cukup memprihatinkan, di mana kurangnya aktivitas fisik berada di posisi tertinggi.

Berikut adalah rincian data temuan kesehatan pelajar Kota Bogor pada tahun 2025:

Baca Juga:  Benarkah Jus Bit Merah Mampu Meningkatkan Performa Olahraga? Ini Penjelasan Ilmiahnya

* Kurang Aktivitas Fisik (Mager): 70,65%

* Karies / Masalah Gigi: 48,79%

* Pra-hipertensi: 24,00%

* Anemia: 16,87%

* Pra-diabetes: 10,08%

* Perokok Pasif: 9,93%

* Gizi Lebih / Obesitas: 8,24%

* Gangguan Penglihatan: 7,74%

* Masalah Kesehatan Reproduksi: 5,86%

* Gejala Gangguan Kesehatan Jiwa: 2,25%

* Tuberkulosis (TBC): 1,01%

Untuk menekan angka masalah kesehatan tersebut, Pemkot Bogor terus memperluas cakupan program CKG ke seluruh penjuru kota.

Denny menyebutkan bahwa target sasaran program ini sangat masif, mencakup ratusan ribu siswa dari tingkat dasar hingga menengah.

“Dari total jumlah sasaran 701 sekolah dan madrasah dengan sekitar 227 ribu siswa, realisasinya sampai triwulan kedua ini baru mencapai 28,9 persen. Nah, ini menjadi tugas Kadinkes untuk terus mempercepat proses cek kesehatan gratis ke masing-masing sekolah,” ujar Denny Mulyadi.

Ia menargetkan agar di akhir tahun 2026 cakupan pemeriksaan ini bisa melampaui angka 70 hingga 80 persen, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun lalu yang berada di angka 61 persen.

Baca Juga:  Membela Kehormatan Pesantren di Tengah Gelombang Stigma

Menanggapi tingginya persentase pelajar yang kurang bergerak, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan intervensi berbasis regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Erna menginstruksikan seluruh sekolah untuk menghidupkan kembali tradisi senam guna menjaga kebugaran fisik dan memecah kebuntuan akibat paparan gawai (gadget).

“Kita harapkan setiap pagi semua sekolah menggalakkan kembali senam pagi. Kemudian, ada senam peregangan setiap pukul 10.00 pagi dan pukul 14.00 siang. Cukup senam ringan 5-10 menit untuk mengatasi kurangnya aktivitas fisik,” tegas Erna.

Selain itu, melalui program CKG, siswa juga menjalani tes kebugaran. Bagi pelajar yang mencatatkan hasil kebugaran rendah, Dinkes akan berkoordinasi dengan guru olahraga setempat untuk memberikan latihan fisik (exercise) secara khusus.

Baca Juga:  Daun Kelor Bermanfaat untuk Redakan Stres Korban Perundungan

Pelaksanaan Aksi Bergizi di MAN 1 Kota Bogor sendiri disambut antusias oleh ratusan siswa.

Humas MAN 1 Kota Bogor, Nining Yuningsih, merinci bahwa kegiatan hari ini difokuskan pada siswa kelas 10 dan 11, dengan rangkaian acara mulai dari senam hingga edukasi gizi.

“Untuk Cek Kesehatan Gratis hari ini, kami khusus melibatkan kelas 10 sebanyak 359 siswa. Sementara untuk kegiatan di lapangan diikuti oleh 150 siswa dari kelas 11 yang mengikuti senam bersama, sarapan bersama, minum Tablet Tambah Darah (TTD), hingga talkshow,” jelas Nining.

Program yang merupakan inisiatif strategis pemerintah pusat ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sukses menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini bagi para pelajar di Kota Bogor.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui
Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya
Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar
Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI
Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?
Manusia Pernah Ngebor Bumi sedalam 12 Km, Ini yang Ditemukan
1.076 Anak Tidak Sekolah Terdeteksi di Kota Bogor, Ini yang Diungkap Data JAPATI
Daun Kelor Bermanfaat untuk Redakan Stres Korban Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 11:29 WIB

Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI

Sabtu, 26 September 2026 - 17:36 WIB

Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB