Hobi Minum Teh Setiap Pagi? Ini Dampaknya ke Organ Ginjal

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Teh menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi setiap hari, baik sebagai teman sarapan maupun untuk menemani waktu bersantai. Namun, muncul pertanyaan apakah kebiasaan minum teh setiap hari aman bagi kesehatan ginjal?

Bagi kebanyakan orang dewasa, minum teh setiap pagi umumnya baik untuk ginjal, terutama jika teh tersebut tidak manis dan merupakan bagian dari asupan cairan harian. Berikut penjelasannya.

Teh membantu menjaga hidrasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar teh terdiri dari air. Dikutip dari laman Verywell Health, secangkir teh di pagi hari dihitung sebagai asupan cairan harian.

Hal ini penting sebab ginjal membutuhkan cukup cairan untuk menyaring limbah dari darah dan menghasilkan urine.

Mungkin ada kekhawatiran kalau teh akan membuat dehidrasi karena kandungan kafeinnya. Meski kafein memang merupakan diuretik ringan, artinya meningkatkan produksi urine, volume cairan dalam teh biasanya mengimbangi efek tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2017 menemukan, kadar kafein yang umum tidak mengganggu keseimbangan cairan pada orang dewasa yang sedang beristirahat.

Baca Juga:  SPMB SD dan SMP Kota Bogor 2026 Resmi Dibuka, Ini Waktunya!

Dikutip dari laman US Food and Drug Administration (FDA), kandungan kafein dalam teh lebih rendah daripada kopi seduh. Berikut perbandingan kandungan kafein dalam miligram (mg) per porsi 12 ons (340 g):

Teh hitam: 71 mg

Teh hijau: 37 mg

Teh oolong: 8-25 mg

Kopi seduh: 113-247 mg

Bagi kebanyakan orang, peningkatan frekuensi buang air kecil karena teh tidak berbahaya, bahkan mungkin bermanfaat. Sebab, aliran urine yang teratur membantu mengencerkan mineral yang bisa membentuk kristal di saluran kemih.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menyatakan, minum cukup cairan merupakan langkah terpenting untuk mencegah batu ginjal.

Teh bisa meningkatkan fungsi ginjal

Bagi orang dengan fungsi ginjal normal, tak ada bukti bahwa minum teh dalam jumlah sedang bisa membahayakan ginjal. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa minum teh bisa meningkatkan fungsi ginjal dan mengurangi risiko penyakit ginjal kronis hingga 20 persen, meski penyebab pasti dari efek ini belum diketahui.

Baca Juga:  Bukan Selalu Soal Ibadah, Keimanan Juga Dipengaruhi Kebiasaan

Perlu diingat, berhati-hati dengan tambahan gula yang bisa merusak kesehatan ginjal serta meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, serta penambahan berat badan. Bagi kebanyakan orang, pilihan terbaik yang ramah untuk ginjal adalah teh yang diseduh dengan sedikit atau tanpa gula, bersama dengan cukup air sepanjang hari.

Teh Hitam dan Resiko Batu Ginjal

Meski peningkatan asupan cairan bisa mencegah batu ginjal, senyawa alami dalam teh hitam yang disebut oksalat berpotensi meningkatkan risikonya.

Oksalat secara alami ditemukan dalam makanan dan minuman tertentu, seperti teh hitam, bayam, kacang-kacangan, dan cokelat. Pada beberapa orang, terlalu banyak oksalat bisa mengikat kalsium dalam urine dan membantu membentuk batu kalsium oksalat, jenis batu ginjal yang paling umum.

Kendati demikian, penelitian masih saling bertentangan mengenai apakah teh hitam benar-benar meningkatkan risiko batu ginjal.

Baca Juga:  Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Sebuah studi pada November 2021 yang melibatkan 430 orang dewasa meneliti hubungan antara konsumsi teh dan kopi dengan batu oksalat.

Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi teh yang tinggi, atau empat gelas atau lebih per hari, dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal kalsium oksalat dibandingkan dengan individu yang minum kurang dari dua gelas per hari.

Tinjauan lainnya yang dilakukan pada 2024 dan melibatkan lebih dari satu juta peserta menyimpulkan bahwa konsumsi teh secara teratur menurunkan risiko batu ginjal sebesar 20 persen. Peningkatan asupan cairan bisa membantu menurunkan konsentrasi mineral dalam urine dan risiko pembentukan kristal.

Berdasarkan sudut pandang praktis, penelitian menunjukkan bahwa satu atau dua cangkir teh menimbulkan sedikit risiko atau tidak sama sekali. Kendati demikian, bagi pengidap batu ginjal berulang, sebaiknya hindari konsumsi teh hitam pekat secara berlebihan.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB