Binanews.id | Bogor — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Kabupaten Bogor bersama Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Leuwisadeng, Leuwiliang, dan Cibungbulang menggelar aksi penanaman 150 pohon dilahan 1 hektar sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan petani.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di Kecamatan Leuwisadeng dengan penanaman sebanyak 150 pohon di lahan seluas satu hektare. Kegiatan dipimpin langsung oleh H. Cecep Gogom, Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor, bersama jajaran pengurus dan para petani di wilayah tersebut.
Penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen Tani Merdeka dalam mendorong gerakan konservasi lingkungan, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau yang berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pertanian.
Tim Advokasi Tani Merdeka Kabupaten Bogor, Eza Prihan, mengatakan gerakan penanaman pohon dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan sumber air.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Rudy Susmanto, Bupati Bogor, yang telah mengeluarkan instruksi untuk menjaga alam dalam rangka konservasi air. Bulan ini kita sedang menghadapi musim kemarau. Karena itu, Tani Merdeka mengambil langkah strategis melalui gerakan penanaman pohon,” ujar Eza.
Menurutnya, konservasi lingkungan tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan sektor pertanian. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Selain kegiatan penanaman pohon, Tani Merdeka juga menyerap berbagai aspirasi petani di tingkat kecamatan. Salah satunya berkaitan dengan kondisi infrastruktur irigasi yang mengalami kerusakan dan belum optimal mendukung kebutuhan pertanian.
Ketua DPK Tani Merdeka Leuwisadeng, Endang Heriawan, berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Ia juga menyampaikan kebutuhan petani terhadap kemudahan akses bahan bakar untuk kegiatan pertanian serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Semoga para petani, khususnya di Kecamatan Leuwisadeng, semakin maju dan terus bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan. Saat ini masih ada beberapa hambatan, terutama irigasi yang rusak. Kami berharap dapat segera diperbaiki. Untuk kebutuhan solar, kami juga berharap petani dapat dibantu melalui mekanisme atau kuota khusus. Sampai saat ini kami juga belum mendapatkan bantuan alsintan,” kata Heriawan.
Ia menilai dukungan pemerintah terhadap petani sangat penting, terutama ketika sektor pertanian menghadapi tantangan akibat perubahan kondisi cuaca.
Sementara itu, H. Cecep Gogom, Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), serta seluruh pihak yang selama ini memberikan perhatian terhadap sektor pertanian.
Menurut Cecep, Tani Merdeka akan terus menjalankan fungsi advokasi dan pendampingan terhadap petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Distanhorbun, dan seluruh pihak terkait. DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor akan terus mengadvokasi dan membersamai para petani. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Cecep.
Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau membutuhkan langkah cepat dan kolaboratif antara pemerintah, organisasi petani, serta masyarakat.
“Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, kami berharap pemerintah dapat mempercepat bantuan kepada para petani. Bantuan tersebut sangat penting untuk membantu petani menghadapi dampak perubahan cuaca sekaligus menjaga produktivitas pertanian,” katanya.
Cecep menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan pertanian dan kehidupan masyarakat.
“Ketahanan pangan tidak bisa berdiri sendiri. Kita membutuhkan lingkungan yang sehat, sumber air yang terjaga, lahan pertanian yang produktif, serta petani yang mendapatkan dukungan secara nyata,” ujarnya.
Kegiatan penanaman serentak di Leuwisadeng, Leuwiliang, dan Cibungbulang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarkecamatan di bawah DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor.
Melalui gerakan tersebut, Tani Merdeka berharap kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan semakin meningkat dan dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Gerakan menjaga alam dan memperkuat pertanian, menurut Tani Merdeka, merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika sumber air terjaga dan lingkungan tetap lestari, petani memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan produktivitas serta meningkatkan kesejahteraannya.
Dari Leuwisadeng, gerakan tersebut menjadi pesan bahwa menjaga pohon berarti menjaga air, menjaga air berarti menjaga pertanian, dan menjaga pertanian berarti menjaga masa depan ketahanan pangan Kabupaten Bogor.
Sumber: tani merdeka
Editor : Fathurroji









