Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Pergi dari Indonesia

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Perusahaan otomotif Jepang mulai memberi sinyal yang membuat ribuan buruh di Jawa Timur cemas. Bukan karena pasar sedang lesu. Bukan pula karena permintaan komponen menurun. Melainkan karena arah industri sedang berubah.

Mobil listrik menjadi fokus baru. Dan Vietnam disebut menjadi tujuan berikutnya.

Kabar itu muncul dari Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan adanya dua perusahaan komponen ini otomotif besar di Pasuruan dan Mojokerto yang berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar-besaran.

Baca Juga:  Bank Syariah Amanah Ummah Raih Excellence in Sustainable Empowerment Award

Menurut Said Iqbal, induk dari kedua perusahaan tersebut berasal dari Jepang. Mereka tengah mempertimbangkan diversifikasi usaha menuju kendaraan listrik. Produksi baru itu disebut lebih mungkin dikembangkan di Vietnam dibandingkan Indonesia.

“Dua perusahaan raksasa komponen otomotif itu bisa berdampak pada ribuan pekerja,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2026).

Ia juga belum bersedia membuka nama kedua perusahaan tersebut. Namun ia juga memberikan petunjuk berupa inisial PT J dan PT S.

Informasi yang diperolehnya dari kalangan serikat pekerja menyebutkan bahwa para prinsipal di Jepang sedang mengkaji pemindahan sebagian aktivitas produksi ke negara yang dianggap lebih kompetitif.

Baca Juga:  Forum Pesantren dan DKM Minta Pemkab Bogor Terbitkan Pencegahan LGBT

Ia juga mengaku telah meminta Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) untuk membuka dialog dengan manajemen perusahaan.

Tujuannya agar hak-hak pekerja tetap terlindungi apabila nantinya terjadi perubahan kebijakan bisnis.

Tidak hanya itu. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut juga berencana melaporkan persoalan ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar ancaman PHK, melainkan menyangkut arah kebijakan kendaraan listrik nasional.

Di tengah persaingan investasi Asia Tenggara, Indonesia memang sedang menghadapi tantangan dan transisi baru. Negara Vietnam bergerak cepat dengan berbagai insentif.

Baca Juga:  Halal Telah Menjadi Tren Gaya Hidup Global, Indonesia Belum Maksimal Manfaatkan Peluang

Sementara itu Indonesia juga masih berupaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Bila memang tidak ada langkah strategis yang mampu meningkatkan daya saing industri bukan tidak mungkin perusahaan otomotif Jepang lainnya akan ikut meninjau ulang investasi mereka.

Karena kekhawatiran itu kini mulai dirasakan para pekerja di kawasan industri Jawa Timur yang berharap roda produksi tetap berputar dan lapangan pekerjaan tetap terjaga dan badai PHK massal tidak terjadi.

Berita Terkait

Beragam Potensi Kota Bogor Jadi Ruang Belajar Bagi Calon Wirausahawan
Dua Konten Kreator Nikmati Sensasi Durian Cengal di Lapak Kang Jenal
UMK di Sekitar Masjid Punya Peran Strategis Kembangkan Ekonomi Halal
Kementan Tetapkan Harga Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg
Bank Syariah Amanah Ummah Raih Excellence in Sustainable Empowerment Award
RZ Tour Berangkatkan 200 Jamaah Umrah dalam Dua Kloter di Bulan Juli 
RUPS Rawabi Zamzam Tour Bertema Menguatkan Komitmen Melayani Umat
Dunia Digital dan Konten Kreator, Prospek Peluang Karier Generasi Z

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Beragam Potensi Kota Bogor Jadi Ruang Belajar Bagi Calon Wirausahawan

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Dua Konten Kreator Nikmati Sensasi Durian Cengal di Lapak Kang Jenal

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:26 WIB

UMK di Sekitar Masjid Punya Peran Strategis Kembangkan Ekonomi Halal

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:30 WIB

Kementan Tetapkan Harga Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:30 WIB

Bank Syariah Amanah Ummah Raih Excellence in Sustainable Empowerment Award

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB