Atasi Kekurangan Guru, Wali Kota Bogor Luncurkan Program Mahasiswa Mengajar

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meluncurkan Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut dimulai dengan kegiatan launching dan pembekalan yang dilaksanakan di Graha Pakuan Siliwangi, Kampus Universitas Pakuan, Hari Selasa (21/07/26).

Dedie Rachim menyampaikan bahwa Program Mahasiswa Mengajar merupakan program yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor.

“Ya, program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun, dalam menyikapi atau merespon terjadinya kekurangan guru mengajar,” ungkap Dedie Rachim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menjelaskan bahwasanya rekrutmen guru untuk mengajar di sekolah negeri memiliki mekanisme yang diatur dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Baca Juga:  Perkuat Konservasi Harimau Sumatra, TSI Jalin Kerja Sama Dengan Pusat Gadai Indonesia

Program Mahasiswa Mengajar tidak hanya menjadi katalisator bagi transformasi metode pembelajaran dan perluasan wawasan di jenjang pendidikan dasar hingga menengah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa melalui praktik mengajar secara langsung.

“Jadi para mahasiswa ini dapat menimba ilmu langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik. Ya dengan praktik ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menghadapi siswa, bagaimana menghadapi mata pelajaran dan mempersiapkan. Saya pikir ini sesuatu hal yang sangat baik, positif dan tentu dampaknya adalah anak-anak kita juga semakin menerima masukan yang lebih variatif,” ucapnya.

Baca Juga:  ​Dari Hati untuk Bumi: Mengintip Serunya Aksi Nyata UIB Green Movement 2026

Seperti daerah lain di Indonesia yang juga mengalami kekurangan guru di sekolah negeri, saat ini Kota Bogor masih membutuhkan sekitar 650 guru.

Sebanyak 135 mahasiswa yang mengikuti program ini akan membantu mengisi kekurangan tersebut meski belum seluruh kebutuhan dapat terpenuhi.

Para mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan Sekolah Menengah, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa, dan sebagainya, akan mulai mengajar setelah menjalani pelatihan selama tiga hari.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan baik dan dukungan penuh dari perguruan tinggi.

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, mengatakan Universitas Pakuan akan mendukung penuh bagaimana ilmu pengetahuan dapat terus disebarluaskan dengan lebih baik, inovatif, dan kreatif ke sekolah-sekolah.

Baca Juga:  Walikota Cup 2026 Bogor Ramai, Perkuat Regenerasi Atlet

Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Maemunah Sa’diyah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemkot Bogor ini juga sejalan dengan program pendidikan di kampus, sehingga manfaatnya dapat lebih luas dengan jenjang waktu yang cukup lama.

Ia juga berharap para mahasiswa tidak hanya mengajar, tetapi juga terus mengasah kemampuan diri agar dapat terjun langsung secara total di kemudian hari.

“Karena biasanya program kami itu tiga sampai empat bulan, ini lima sampai enam bulan, sehingga mudah-mudahan mahasiswa lebih memiliki pengalaman langsung ya dengan guru-guru senior di lapangan dan bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas serta kredibilitas yang dimiliki,” ungkapnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB