Binanews.id | Bogor- Di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok, usaha cilok gerobak masih menjadi pilihan untuk mencari penghasilan.
Dengan modal yang tidak terlalu besar, para pedagang cilok keliling mampu mendapatkan omzet harian yang cukup menjanjikan.
Salah satu pedagang cilok gerobak di Stasiun Cilebut mengaku memulai usahanya dengan modal sekitar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Edi mengatakan bahwa modal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku seperti tepung tapioka, bumbu, saus, minyak goreng, gas, dan bahan pelengkap lainnya.
Setiap hari, ia berkeliling menggunakan gerobak ke area sekolah, hingga di pinggir stasiun yang ramai pembeli.
Harga cilok yang murah, mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000 per porsi, membuat jajanan ini tetap diminati berbagai kalangan.
Dalam sehari, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp800 ribu, terutama saat ramai pembeli di jam pulang kerja di stasiun dan sore hari. Setelah dikurangi biaya modal dan operasional, keuntungan bersih yang didapat berkisar Rp150 ribu sampai Rp300 ribu per hari.
“Kalau cuaca bagus dan sekolah ramai, jualan bisa cepat habis,” ujar pa Edi pedagang cilok gerobak.
Meski terlihat sederhana, usaha cilok gerobak dinilai cukup membantu perekonomian keluarga.
Pedagang seperti saya berharap usaha kecil seperti ini terus mendapat perhatian dan dukungan agar dapat berkembang lebih baik lagi.









