Sumpah Iblis untuk Anak Cucu Adam

Oleh: Saiful Falah

Tim Redaksi

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 05:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Kata Iblis terambil dari kata Arab ablasa yang berarti putus asa atau dari kata balasa yang berarti tiada kebaikannya. Iblis termasuk dalam golongan jin, sebagaimana tertulis dalam surat Al-Kahfi ayat 50

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang lalim.”

DR. Quraish Shibab dalam tafsir Al-Misbah menulis bahwasanya nama asli Iblis adalah Azazil yang berarti ketua para malaikat. Dia mendapatkan predikat demikian karena ketaatannya dalam beribadah. Meskipun dia seorang Jin, Azazil berkat ketaatannya masuk ke dalam kelompok malaikat dan serta merta mendapat perintah bersujud kepada Adam

Baca Juga:  AI Membantu atau Membunuh Kecerdasan Seseorang?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS Al-Baqarah:34)

Kejadiaan pembangkangan Iblis terhadap perintah Allah untuk bersujud kepada Adam menjadi titik permulaan permusuhan antara Iblis dan Manusia. Iblis yang dikutuk oleh Allah selamanya menjadi kafir dan tidak boleh menginjakan kaki di sorga telah bersumpah untuk mengganggu Adam serta anak-cucunya agar menyimpang dari jalan Allah dan menjadi teman dia di neraka zahanam.

Hawa adalah manusia pertama yang termakan oleh bujuk rayu Iblis. Ketika Adam dan Hawa tinggal di sorga Allah memerintahkan mereka untuk menjauhi pohon Khuldi. Larangan ini dijadikan Iblis sebagai jalan untuk menjerumuskan Adam dan Hawa. Akhirnya Hawa memakan buah Khuldi dan Adam pun ikutserta di dalamnya. Perbuatan dua manusia pertama, Adam dan Hawa mendatangkan kemarahan Allah yang dengan serta-merta memberikan sanksi berupa diturunkannya mereka dari sorga.

Baca Juga:  Ambisi: Pintu yang Tertutup, Jendela yang Terlupa

“Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim”. (QS Al_Baqarah : 35)

“Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. (QS Al-Baqarah : 36)

Iblis atau Syaiton serta keturunannya merupakan musuh yang nyata bagi manusia, mereka akan selalu menjerumuskan manusia. Karena Iblis telah bersumpah untuk terus-menerus menggoda anak-cucu Adam sampai hari kiamat.

Baca Juga:  Hari Guru Sedunia 5 Oktober, Apa Bedanya dengan Hari Guru Nasional? Cek Sejarahnya

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus” (QS Al-A’raaf : 16)

“Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” (QS Al-Israa : 62)

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya” (QS Al-Hijr : 39)

Berita Terkait

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Dari Madness Menuju Meaning, Menemukan Makna di Tengah Hidup yang Tidak Baik-Baik Saja
Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034
Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar
Lady Rocker Samping Universitas Brawijaya
Bogor Barat Membutuhkan Keragaman Sarjana
Berhenti Sejenak
Now and Then, Masa Depan Sepak Bola di Kaki Para Jenius

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 10:03 WIB

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Dari Madness Menuju Meaning, Menemukan Makna di Tengah Hidup yang Tidak Baik-Baik Saja

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Lady Rocker Samping Universitas Brawijaya

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB