Binanews.id | Bogor–Industri travel umrah di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun. Antusiasme masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci semakin tinggi, seiring meningkatnya kesadaran spiritual dan kemudahan akses perjalanan internasional. Namun di balik gemerlap bisnis perjalanan ibadah tersebut, ada perjuangan panjang, tantangan besar, dan tanggung jawab yang tidak ringan.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Rawabi Zam-Zam Tour & Travel (RZ Tour), Sidiq Herdiansyah, yang telah berkecimpung dalam dunia perjalanan lebih dari satu dekade lalu. Menurutnya, dunia travel umrah saat ini sangat berbeda dibanding masa-masa awal dirinya memulai usaha.
“Awalnya kami bernama Badan Perjalanan Wisata (BPW) Ibnu Sinna sejak 2011. Lalu berkembang hingga akhirnya fokus membangun travel umrah sekitar tahun 2017 dengan nama Rawabi Zam-Zam,” ujar Sidiq Herdiansyah di kantor barunya di wilayah Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Waktu itu, sebagai founding father adalah KH Muhammad Iqbal Pengasuh Pesantren Ibnu Sinna Bogor. Kini, RZ Tour kian kokoh setelah hadir dua tokoh seperti Dr. Syamsul Rizal Rektor UIB sebagai komisaris utama dan KH. Fikih Nauval Hamdzali sebagai komisaris yang juga sebagai pengasuh Ponpes Al Bahren Leuwiliang. Perjalanan tersebut bukan sesuatu yang instan. Dibutuhkan proses panjang untuk membangun kepercayaan masyarakat, memahami sistem perjalanan internasional, hingga menghadapi dinamika regulasi dari Arab Saudi yang terus berubah.

Menurut Sidiq, dahulu perjalanan umrah lebih banyak dilakukan oleh kalangan tertentu. Namun kini, hampir semua lapisan masyarakat memiliki keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci.
Fenomena itu membuat industri travel umrah berkembang sangat cepat. Jumlah biro perjalanan pun meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
“Sekarang travel umrah sudah sangat banyak. Persaingan juga semakin ketat dibanding dulu,” katanya.
Di satu sisi, pertumbuhan tersebut menjadi hal positif karena masyarakat memiliki banyak pilihan. Namun di sisi lain, kondisi itu juga memunculkan tantangan baru, terutama soal kualitas pelayanan dan keamanan jamaah.
Tidak sedikit masyarakat yang tergiur paket murah tanpa memperhatikan legalitas dan rekam jejak perusahaan. Padahal dalam bisnis perjalanan ibadah, faktor amanah menjadi hal utama.
Menjaga Kepercayaan Jamaah Adalah Prioritas
Sebagai pelaku usaha di bidang perjalanan ibadah, Sidiq menilai bahwa bisnis umrah bukan sekadar urusan menjual paket perjalanan. Lebih dari itu, travel membawa tanggung jawab besar terhadap kenyamanan dan ketenangan jamaah.
Jamaah yang mendaftar umrah bukan hanya menitipkan uang perjalanan, tetapi juga harapan besar untuk bisa beribadah dengan nyaman di Tanah Suci.
Karena itu, menurutnya, transparansi dan komunikasi yang baik menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan jamaah.
“Kita harus terbuka kepada jamaah. Kalau ada perubahan jadwal atau kendala teknis, harus dijelaskan dengan baik,” ujar alumni Pesantren Ibnu Sinna.
Ia menambahkan, pelayanan kepada jamaah tidak berhenti saat keberangkatan saja. Pendampingan selama perjalanan hingga jamaah kembali ke Indonesia juga menjadi bagian penting dalam pelayanan travel profesional.
Tantangan Travel Umrah Semakin Kompleks
Dalam beberapa tahun terakhir, industri travel umrah menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Salah satu yang paling terasa adalah perubahan regulasi dari pemerintah Arab Saudi.
Aturan mengenai visa, hotel, transportasi, hingga sistem keberangkatan dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi tersebut membuat travel harus mampu beradaptasi dengan cepat.
Selain regulasi, faktor ekonomi global juga sangat mempengaruhi bisnis perjalanan ibadah. Harga tiket pesawat yang naik, perubahan nilai tukar mata uang, hingga biaya akomodasi di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara umrah.
“Kadang harga penerbangan dan hotel naik cukup tinggi, terutama saat musim ramai. Travel harus bisa mengatur strategi agar jamaah tetap mendapatkan pelayanan terbaik,” jelas Sidiq.
Mulai dari pengaturan jadwal keberangkatan, pemilihan maskapai, hingga pengelolaan hotel harus dilakukan secara cermat.
“Yang penting jamaah tetap nyaman dan aman. Itu prioritas utama,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sumber daya manusia yang profesional dalam mendampingi jamaah. Pendamping atau tour leader tidak hanya bertugas mengatur perjalanan, tetapi juga membantu jamaah memahami proses ibadah selama di Tanah Suci.
Edukasi Jamaah Sangat Penting
Maraknya kasus travel bermasalah beberapa tahun terakhir membuat masyarakat semakin selektif memilih biro perjalanan umrah. Menurut Sidiq, edukasi kepada calon jamaah menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah tergiur harga murah.
Ia mengimbau masyarakat untuk memperhatikan legalitas travel, kantor yang jelas, rekam jejak perusahaan, serta testimoni jamaah sebelumnya sebelum memutuskan mendaftar.
“Jangan hanya melihat harga murah. Pastikan travelnya resmi dan punya pengalaman,” ujarnya.
Travel yang profesional, lanjutnya, biasanya memiliki sistem pelayanan yang jelas dan komunikasi yang baik dengan jamaah.
Selain itu, perusahaan yang sehat juga memiliki manajemen keuangan yang baik sehingga keberangkatan jamaah lebih terjamin.
Industri Umrah Akan Terus Berkembang
Melihat tingginya minat masyarakat Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci, Sidiq optimistis industri umrah masih memiliki prospek yang besar di masa mendatang.
Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia menjadi pasar yang sangat potensial bagi bisnis perjalanan ibadah. Namun pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan profesionalisme dan tanggung jawab.
“Yang paling penting dalam bisnis ini adalah amanah. Karena jamaah datang dengan niat ibadah, jadi pelayanan harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Bagi PT Rawabi Zam-Zam Tour & Travel, menjaga kepercayaan jamaah menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha. Sebab dalam perjalanan ibadah, kenyamanan dan ketenangan jamaah adalah sebuah keharusan.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, pada Juni 2026 RZ Tour akan membuka kantor cabang di wilayah Kota Wisata Cibubur, hal ini menjadi bukti bahwa travel yang mampu menjaga amanah dan memberikan pelayanan terbaik akan tetap dipercaya masyarakat. Karena pada akhirnya, bisnis umrah bukan hanya soal perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan umat.[]









