Saat Kesibukan Berubah Menjadi Kelelahan Berkepanjangan

Prabu

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Menjadi pribadi produktif sering dianggap sebagai pencapaian. Semakin banyak peran yang dijalani, semakin tinggi pula apresiasi yang diberikan lingkungan. Namun di balik kesibukan itu, tidak sedikit orang yang diam-diam kelelahan. Mereka menjalani banyak tanggung jawab sekaligus, tetapi mulai kehilangan ruang untuk dirinya sendiri.

Fenomena ini semakin sering terjadi di era modern. Banyak orang bekerja di lebih dari satu bidang, mengurus komunitas, menjalankan usaha sampingan, hingga tetap memikul tanggung jawab keluarga dalam waktu yang bersamaan. Lalu bagaimana mengenali bahwa seseorang sebenarnya sudah terlalu lama hidup dalam banyak peran sekaligus?

Baca Juga:  Aris Rinaldi, Tukang Kuli Galon Jadi Direktur Perusahaan. Ini Motivasi dari Kiai Helmi

1. Setiap Hari Sibuk, Tapi Tidak Pernah Merasa Selesai

Daftar pekerjaan selalu ada. Setelah satu urusan selesai, muncul tanggung jawab lain yang menunggu. Akibatnya, seseorang terus bergerak tanpa pernah benar-benar merasakan jeda. Ia produktif, tetapi sulit merasakan kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Sulit Menjelaskan Identitas Pekerjaannya Sendiri

Pertanyaan sederhana seperti “sekarang kerja apa?” terkadang justru sulit dijawab. Bukan karena tidak memiliki pekerjaan. Justru karena terlalu banyak peran yang dijalani dalam waktu bersamaan. Hari ini mengurus administrasi, besok menghadiri rapat komunitas, lusa menulis, lalu di waktu lain menjalankan pekerjaan tambahan. Lambat laun fokus dan identitas profesional menjadi kabur.

Baca Juga:  Bukan Cuma Modal Cinta, Ini Bekal Penting Sebelum Menikah

3. Istirahat Terasa Seperti Kemewahan

Orang yang terlalu lama hidup dalam kesibukan sering kali merasa bersalah saat beristirahat. Padahal tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk pulih. Tanpa jeda yang cukup, produktivitas justru berpotensi menurun. Berbagai penelitian mengenai keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi menunjukkan bahwa kelelahan berkepanjangan dapat meningkatkan stres serta memengaruhi kesehatan mental seseorang.

4. Mulai Merindukan Hidup yang Lebih Sederhana

Ada fase ketika seseorang tidak lagi mengejar sebanyak mungkin peran. Sebaliknya, ia mulai membayangkan hidup yang lebih fokus. Satu pekerjaan yang jelas, ritme yang lebih stabil, dan ruang bernapas yang lebih luas. Keinginan tersebut bukan tanda menyerah. Kadang itu justru bentuk kesadaran bahwa hidup tidak harus selalu dijalani dalam kecepatan tinggi.

Baca Juga:  Santri Pesantren Modern UQI Wakili Indonesia di ASEAN Camp 2026 di UTCC Thailand

5. Tidak Lagi Mengejar Kesibukan Semata

Pada awal perjalanan karier, banyak orang rela melakukan apa saja demi bertahan hidup. Namun seiring waktu, kebutuhan mulai berubah. Yang dicari bukan lagi sekadar kesibukan atau tambahan pekerjaan. Banyak orang mulai mendambakan kepastian, keseimbangan, dan kesempatan untuk menekuni bidang yang benar-benar mereka cintai.

Tidak semua orang bercita-cita menjadi pribadi serba bisa. Sebagian hanya ingin hidup dengan lebih fokus dan tenang. Menjalani satu pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Pulang tanpa membawa terlalu banyak beban pikiran.

Karena pada akhirnya, pencapaian terbesar bukan selalu tentang melakukan banyak hal sekaligus. Kadang keberhasilan justru hadir ketika seseorang mampu hidup lebih utuh, lebih seimbang, dan lebih selaras dengan jalan yang benar-benar dipilihnya.

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB