Binanews.id | Sumenep – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., menegaskan bahwa penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk pelayanan kepada umat sekaligus pendidikan karakter melalui nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, menjadi tuan rumah merupakan amanah yang harus diwujudkan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah.
“Bagi kami, menjadi tuan rumah Idul Khotmi adalah sebuah amanah. Kehormatan ini harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang terbaik kepada seluruh jamaah. Memuliakan para tamu, para pecinta Rasulullah SAW, dan melayani para tamu Allah merupakan bagian dari ibadah yang kami harapkan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi pesantren, masyarakat, dan kita semua,” ungkap Kiai Ahmad Fauzi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa hubungan Pondok Pesantren Al-Amien dengan Tarekat Tijaniyah telah berlangsung sejak masa pendiri pesantren. Tradisi tersebut berkembang sebagai bagian dari pendidikan ruhani yang melengkapi sistem pendidikan formal di lingkungan pesantren.
“Tarekat Tijaniyah bukanlah sesuatu yang baru bagi Al-Amien Prenduan. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan dakwah, pendidikan, dan pembinaan ruhani pesantren ini sejak masa pendiri,” jelasnya.
Kiai Ahmad Fauzi menegaskan bahwa keberadaan tarekat tidak bertentangan dengan prinsip keterbukaan pesantren. “Al-Amien memang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Tidak semua warga Al-Amien adalah pengamal Tarekat Tijaniyah, tetapi ruh pendidikan yang dibangun di pesantren ini sangat menghargai nilai-nilai dzikir dan akhlak. Ibaratnya, meriam Pondok Pesantren Al-Amien adalah Tarekat Tijaniyah, sedangkan pelurunya adalah sistem pendidikan dan kurikulum pesantren yang terus melahirkan kader-kader umat,” terangnya.
Ia juga mengapresiasi kedisiplinan para jamaah selama kegiatan berlangsung. “Alhamdulillah, kita tidak hanya menyaksikan ketertiban secara lahiriah, tetapi juga ketertiban hati dan ketenangan ruhani. Semoga suasana penuh adab dan ukhuwah yang kita rasakan selama Idul Khotmi ini menjadi bekal ketika kita kembali ke daerah masing-masing,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Kiai Ahmad Fauzi mengumumkan bahwa Idul Khotmi Nasional berikutnya akan digelar di Kabupaten Lumajang pada 2027 dan Kabupaten Garut pada 2028, sedangkan Al-Amien Prenduan direncanakan kembali menjadi tuan rumah pada 2031.[]









