Papan Digital Interaktif Bikin Siswa SD di Bogor Betah di Kelas

Tim Redaksi

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 21:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Rumpin–Kehadiran papan digital interaktif telah membawa perubahan signifikan terhadap antusiasme belajar siswa. Para murid tidak hanya menjadi lebih ceria dalam mengikuti pembelajaran, tetapi juga semakin jarang bolos sekolah.

Salah satunya dirasakan di SDN 02/03 Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Guru kelas 6, Acep Zainal Mutakin, merasakan perubahan sikap siswa sejak penggunaan papan digital interaktif.

Menurutnya, rasa penasaran siswa terhadap papan tersebut mendorong mereka untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih serius. Para siswa yang sebelumnya cenderung pasif saat menyalin pelajaran dari buku ke papan tulis kini menjadi lebih aktif dalam melihat, memahami, dan menulis menggunakan papan interaktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, tingkat kehadiran murid mencapai 100 persen sejak penggunaan sarana digital tersebut.

“Sangat ada yang berubah dari sikap anak-anak, kegembiraan, keceriaan ketika pembelajaran. Dan semenjak kehadiran papan interaktif hadir, absensi anak-anak semuanya alhamdulillah setiap hari itu full. Tidak ada yang absen sama sekali,” ujar Acep seperti dikutip dari program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah, Jumat (17/4).

Baca Juga:  Harapan Sederhana Guru: Yang Penting Ada Buat Bensin dan Kopi

Ia mengatakan bahwa kehadiran papan ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana para siswa sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari. Hal tersebut dinilainya sangat membantu siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran.

“Saya ingin anak-anak bisa lebih termotivasi kembali untuk mengejar cita-citanya melalui pembelajaran ini,” imbuh Acep.

Selain siswa, para pengajar juga merasakan manfaat signifikan dari penggunaan papan digital interaktif. Acep menuturkan bahwa dirinya kini tidak perlu lagi membawa banyak buku fisik ke sekolah setiap hari, karena seluruh materi telah tersedia dalam bentuk digital di dalam sistem.

Bahkan, ia dapat mengakses seluruh modul pembelajaran tersebut tanpa koneksi internet. Kendati demikian, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti selama penggunaan papan tersebut.

Baca Juga:  Perkuat Budaya Riset, Mahasiswa BKPI UIB Ummul Quro Kunjungi Kemendiktisaintek

“Yang dulu kita membawa buku sekian banyak setiap hari ke sekolah, saat ini kita cukup membuka file yang ada di papan interaktif tersebut. Rekan-rekan guru yang lain pun kini termotivasi untuk belajar menggunakan digitalisasi,” imbuh Acep.

Ia menambahkan, sekolahnya mendapatkan papan tersebut setahun lalu, bertepatan dengan program revitalisasi sekolah dari pemerintah.

Pada awalnya, ia mengaku terkejut sekaligus senang saat menerima perangkat tersebut. Sementara itu, para murid menunjukkan antusiasme tinggi ketika melihat layar besar terpajang di ruang kelas mereka.

Menurutnya, kehadiran papan ini menjadi bukti bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke daerah. Kendati demikian, Acep berharap ke depan setiap kelas dapat memiliki fasilitas serupa agar proses transformasi digital berjalan lebih optimal.

“Saya merasa senang sekali ketika mendapatkan bantuan papan interaktif seperti itu. Ternyata pemerintah pun memperhatikan sekolah seluruh Indonesia, jadi tidak hanya di perkotaan saja. Kami pun yang cukup jauh dari ibu kota bisa merasakan manfaat program pemerintah,” ujar Acep.

Baca Juga:  IAIN Jadi UIN, Jangan Ubah Identitas Perguruan Tinggi Keagamaan

Karena merasa terbantu dengan fasilitas tersebut, para pengajar dan murid berkomitmen untuk merawat papan interaktif dengan baik. Sebagai contohnya, para pengajar selalu mencabut instalasi listrik usai kegiatan belajar mengajar dan membatasi akses siswa ke perangkat di luar kegiatan pembelajaran.

“Dan tentunya saya pun memberikan pesan kepada siswa-siswa untuk selalu menjaga dan berhati-hati untuk selalu merawat papan interaktif ini yang diberikan negara kepada kita,” jelas dia.

Program digitalisasi pembelajaran di SDN 02/03 Leuwibatu ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memeratakan akses teknologi pendidikan hingga ke tingkat desa, guna menyiapkan generasi penerus yang siap menghadapi era modernisasi.[]

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB