Mendiktisaintek Minta Rektor Tidak Banyak Buat Prodi, Ini Alasannya

Bisyral

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta rektor di Indonesia tidak menciptakan banyak program studi (Prodi).

Menurut Brian, alih-alih menciptakan prodi baru, sebaiknya rektor menggabungkan prodi yang memiliki rumpun keilmuan serupa agar administrasi perguruan tinggi lebih sederhana.

“Mumpung para rektor berkumpul, tolong jangan kebanyakan Prodi. Pegel ngurus akreditasi. Prodi-prodi itu digabung-gabungin saja,” kata Brian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Brian menjelaskan, penggabungan prodi bisa mengurangi beban administrasi dan proses akreditasi perguruan tinggi tanpa harus mengurangi jumlah mahasiswa.

Baca Juga:  Mengenal SO2, Gas yang Terdeteksi Usai Erupsi Anak Krakatau

Ia mencontohkan, ada lima prodi masing-masing memiliki 100 mahasiswa dapat digabung menjadi satu prodi dengan jumlah mahasiswa yang sama.

Sehingga, proses administrasi dan akreditasi yang sebelumnya dilakukan untuk masing-masing prodi dapat disederhanakan.

“Administrasi mudah, akreditasi yang tadinya lima kali setiap lima tahun tinggal satu kali, manajemennya juga gampang. Sehingga, lebih simpel,” ujarnya.

Brian menuturkan, pengembangan ilmu pengetahuan tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk pembukaan prodi baru.

Baca Juga:  Pakar Tata Kota Dukung Rencana Flyover-Underpass di Pelintasan Kereta

Tetapi sebaiknya perguruan tinggi memberikan ruang bagi pengembangan keilmuan yang lebih luas tanpa terlalu dibatasi sekat administratif agar bisa masuk ke berbagai macam pekerjaan.

Misalnya, perkembangan bidang teknik elektro yang kini berkembang menjadi berbagai bidang yang lebih spesifik, seperti teknik telekomunikasi, teknik biomedis, teknik informatika, hingga teknik kecerdasan buatan. “Yang perlu dikembangkan itu bukan Prodinya, tapi keilmuannya. Prodi itu hanya administrasi. Jangan mempersempit keilmuan dengan sekat administrasi,” ujar Brian.

Baca Juga:  GIHES 2026, Ketua MPR Ajak Mencerdaskan Bangsa Melalui Pendidikan Holistik

Brian juga menegaskan, penyederhanaan prodi sejalan dengan perubahan paradigma pendidikan tinggi dari orientasi keluaran (output) menuju hasil dan dampak (outcome).

Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, paper, skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi harus mampu menunjukkan dampak dari pendidikan dan penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat. “Outcome kita jelas, apa lulusan kita, bagaimana dampak pada masyarakat, apa persoalan daerah yang bisa diselesaikan,” pungkasnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB