Binanews.id | Jakarta- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta rektor di Indonesia tidak menciptakan banyak program studi (Prodi).
Menurut Brian, alih-alih menciptakan prodi baru, sebaiknya rektor menggabungkan prodi yang memiliki rumpun keilmuan serupa agar administrasi perguruan tinggi lebih sederhana.
“Mumpung para rektor berkumpul, tolong jangan kebanyakan Prodi. Pegel ngurus akreditasi. Prodi-prodi itu digabung-gabungin saja,” kata Brian.
Brian menjelaskan, penggabungan prodi bisa mengurangi beban administrasi dan proses akreditasi perguruan tinggi tanpa harus mengurangi jumlah mahasiswa.
Ia mencontohkan, ada lima prodi masing-masing memiliki 100 mahasiswa dapat digabung menjadi satu prodi dengan jumlah mahasiswa yang sama.
Sehingga, proses administrasi dan akreditasi yang sebelumnya dilakukan untuk masing-masing prodi dapat disederhanakan.
“Administrasi mudah, akreditasi yang tadinya lima kali setiap lima tahun tinggal satu kali, manajemennya juga gampang. Sehingga, lebih simpel,” ujarnya.
Brian menuturkan, pengembangan ilmu pengetahuan tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk pembukaan prodi baru.
Tetapi sebaiknya perguruan tinggi memberikan ruang bagi pengembangan keilmuan yang lebih luas tanpa terlalu dibatasi sekat administratif agar bisa masuk ke berbagai macam pekerjaan.
Misalnya, perkembangan bidang teknik elektro yang kini berkembang menjadi berbagai bidang yang lebih spesifik, seperti teknik telekomunikasi, teknik biomedis, teknik informatika, hingga teknik kecerdasan buatan. “Yang perlu dikembangkan itu bukan Prodinya, tapi keilmuannya. Prodi itu hanya administrasi. Jangan mempersempit keilmuan dengan sekat administrasi,” ujar Brian.
Brian juga menegaskan, penyederhanaan prodi sejalan dengan perubahan paradigma pendidikan tinggi dari orientasi keluaran (output) menuju hasil dan dampak (outcome).
Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, paper, skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi harus mampu menunjukkan dampak dari pendidikan dan penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat. “Outcome kita jelas, apa lulusan kita, bagaimana dampak pada masyarakat, apa persoalan daerah yang bisa diselesaikan,” pungkasnya.
Editor : Fathurroji









