Majelis Adat Sunda Ajak Masyarakat Jaga Budaya

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor-Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA), Anton Charliyan, kembali mengingatkan bahwa pentingnya menjaga dan melestarikan adat, tradisi, serta budaya warisan leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan pengaruh budaya asing.

Dalam keterangannya, Abah Anton menegaskan bahwa masyarakat Sunda jangan sampai menjadi “tuan asing di rumah sendiri” akibat semakin lunturnya kecintaan terhadap budaya dan tradisi yang diwariskan para karuhun dan leluhur.

Menurutnya, menjaga adat dan budaya bukan sekadar mempertahankan simbol-simbol tradisi, melainkan menjaga jati diri, kehormatan, dan martabat suatu bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengutip pesan luhur yang terkandung dalam Naskah Lontar Amanat Galunggung abad ke-16 yang mengingatkan pentingnya menjaga kabuyutan, yakni tempat-tempat suci, tanah leluhur, serta seluruh warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga:  Viral Warga Kuningan Diseruduk Babi Hutan, Terjatuh Hingga Celana Robek

Abah Anton yang juga merupakan mantan Kapolda Jawa Barat mengatakan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang secara perlahan menggeser budaya lokal. Karena itu, generasi muda, khususnya Generasi Z, harus mampu menyaring pengaruh budaya luar tanpa kehilangan identitas kebangsaan dan kesundaannya.

Abah Anton juga mengingatkan bahwa sejarah telah menunjukkan banyak warisan budaya Nusantara yang kemudian diakui oleh negara lain karena kurangnya perhatian dan perlindungan dari bangsa sendiri. Oleh sebab itu, masyarakat harus lebih serius menjaga berbagai kekayaan budaya yang dimiliki.

Baca Juga:  Rumah Warga di Pamijahan Bogor Terbakar, Polisi Selidiki Sebab Kebakaran

Ia mencontohkan berbagai unsur budaya yang harus terus dilestarikan, mulai dari bahasa daerah, aksara tradisional, adat istiadat, pakaian adat, pusaka, seni pertunjukan, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga filosofi hidup masyarakat Sunda yang dikenal melalui ajaran “Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh.”

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus menjadi fondasi dalam membangun karakter generasi penerus agar estafet pewarisan budaya tetap terjaga secara berkesinambungan.

“Tanah Parahyangan adalah tanah yang kaya budaya, kaya hasil bumi, dan kaya kearifan lokal. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat, dan meneruskan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat dan tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Baca Juga:  Dospulkam IPB Latih Warga Pentingsari Sulap Kulit Buah Jadi Camilan Bernilai Ekonomi

Menutup pesannya, Abah Anton kembali mengingatkan amanat leluhur Sunda yang hingga kini masih relevan untuk dijadikan pedoman bersama.

“‘Omat Jaga Kabuyutan, Ulah Nepi Ka Direbut Ku Asing.’ Mari kita jaga budaya Sunda, budaya Nusantara, dan marwah para leluhur sebagai identitas bangsa yang berkarakter, adiluhung, serta memiliki peradaban tinggi sejak zaman nenek moyang hingga berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rahayu, Rampes,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dospulkam IPB Latih Warga Pentingsari Sulap Kulit Buah Jadi Camilan Bernilai Ekonomi
Dospulkam IPB University Hadirkan 27 Solusi Waste-to-Food di Yogyakarta
ForKot Pendobrak Jiwa Perjuangan Mahasiswa Era Orde Baru menuju Reformasi 1998
IPB University Latih Warga Desa Wisata Pentingsari Buat Kawat Komposter
LKBB Transformasi di Karang Taruna Cigudeg, Satukan Pelajar SMP-SMA se-Bogor Raya Open
Perkuat Konservasi Harimau Sumatra, TSI Jalin Kerja Sama Dengan Pusat Gadai Indonesia
Bupati Bogor Silaturahmi dengan Tokoh Muhammadiyah di Leuwiliang
SDO GPI 2026 Hasilkan 15 Rekomendasi Strategis, Formula Ijtihad Politik Menuju 2029

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dospulkam IPB Latih Warga Pentingsari Sulap Kulit Buah Jadi Camilan Bernilai Ekonomi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Dospulkam IPB University Hadirkan 27 Solusi Waste-to-Food di Yogyakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:17 WIB

ForKot Pendobrak Jiwa Perjuangan Mahasiswa Era Orde Baru menuju Reformasi 1998

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:16 WIB

IPB University Latih Warga Desa Wisata Pentingsari Buat Kawat Komposter

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:50 WIB

LKBB Transformasi di Karang Taruna Cigudeg, Satukan Pelajar SMP-SMA se-Bogor Raya Open

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB