Binanews.id | BOgor– Perundungan atau bullying masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya di lingkungan pendidikan dan pergaulan anak-anak maupun remaja. Tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, perundungan juga dapat muncul melalui ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga tindakan di ruang digital.
Melihat pentingnya meningkatkan kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menghadirkan kegiatan edukasi bertajuk “Login, Presentasi, Logout: Perundungan” pada 14 Agustus 2026 di SMP Bumi Sejahtera.
Kegiatan ini diikuti oleh 132 peserta, yang terdiri dari siswa dan siswi SMP Bumi Sejahtera. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKM berupaya memberikan pemahaman mengenai pengertian perundungan, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi perundungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengenal Perundungan Lebih Dekat
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian perundungan dan berbagai bentuknya yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta diajak memahami bahwa perundungan tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Perkataan yang merendahkan, pemberian julukan yang menyakitkan, mengucilkan seseorang dari kelompok, menyebarkan rumor, hingga mempermalukan seseorang melalui media sosial juga dapat menjadi bagian dari perilaku perundungan.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif agar peserta dapat menghubungkan pembahasan dengan pengalaman maupun situasi yang mungkin mereka temui di lingkungan sekitar.
Kak Diana Pungky, selaku pemateri, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah mengubah cara pandang peserta terhadap perundungan.
“Login, Presentasi, Logout Perundungan” sebagai Pesan Perubahan
Pemilihan tema *“Login, Presentasi, Logout: Perundungan”* memiliki makna tersendiri.
Login menjadi simbol ketika seseorang mulai masuk dan mengenali persoalan perundungan. Presentasi menjadi ruang untuk menyampaikan pengetahuan dan membangun kesadaran bersama. Sementara logout menjadi simbol untuk meninggalkan perilaku perundungan dan memilih tindakan yang lebih positif.
Dengan konsep tersebut, mahasiswa KKM ingin menyampaikan bahwa edukasi mengenai perundungan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan *“Login, Presentasi, Logout: Perundungan”* menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKM IUQI Bogor dalam memberikan edukasi yang dekat dengan kehidupan peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi mengenai perundungan, tetapi juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi terhadap perilaku sehari-hari. Hal-hal sederhana seperti memilih kata-kata yang baik, menghargai perbedaan, tidak mempermalukan teman, dan berani membantu korban dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan.
Bagi mahasiswa KKM IUQI Bogor, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terlaksananya penyampaian materi. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan mampu meninggalkan pemahaman dan kesadaran yang dapat terus diterapkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di Desa Cicadas
Dari sebuah candaan yang perlu dipikirkan kembali hingga keberanian untuk membela teman yang menjadi korban, kegiatan ini membawa satu pesan sederhana: *setiap orang memiliki peran untuk menghentikan perundungan.*
Melalui semangat pengabdian dan edukasi, mahasiswa KKM IUQI Bogor berharap generasi muda dapat tumbuh dalam lingkungan yang saling menghargai—bukan saling merendahkan.
*Login dengan kesadaran. Presentasi dengan keberanian. Logout dari perundungan.*
Editor : Fathurroji









