Binanews.id | Bogor–Saat matahari mulai condong ke barat dan udara Kota Hujan perlahan berubah lebih sejuk, satu kawasan di jantung Bogor mulai menggeliat dengan cara yang berbeda. Bukan lagi soal lalu lintas atau hiruk pikuk siang hari, melainkan aroma makanan yang menggoda dari setiap sudut jalan. Inilah Jalan Surya Kencana atau yang akrab disebut Surken, sebuah destinasi kuliner malam yang seolah tak pernah kehilangan pesonanya.
Begitu langkah diarahkan memasuki kawasan ini, suasana langsung berubah. Lampu-lampu toko mulai menyala, gerobak kaki lima berjejer rapi, dan suara wajan beradu dengan api menciptakan simfoni khas street food. Nuansa pecinan yang kental terasa dari arsitektur bangunan hingga pilihan kuliner yang beragam. Surken bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang hidup yang menyatukan sejarah, budaya, dan selera.
Surken, Panggung Kuliner Malam dari Kaki Lima hingga Makanan Berat
Kuliner malam di Surya Kencana umumnya mulai aktif sekitar pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Namun, bagi yang ingin pengalaman lebih santai, datang lebih awal adalah pilihan bijak. Menjelang malam, kawasan ini bisa berubah menjadi lautan manusia—antrean panjang di beberapa lapak menjadi pemandangan biasa.
Yang menarik, Surken tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga cerita. Banyak pedagang di sini sudah berjualan puluhan tahun, bahkan turun-temurun. Setiap hidangan bukan hanya soal rasa, tetapi juga tradisi yang dijaga dengan konsisten.
Jika perut sudah siap untuk petualangan serius, beberapa nama berikut hampir selalu menjadi tujuan utama. Salah satunya adalah Soto Kuning Pak M. Yusuf. Soto khas Bogor ini memiliki kuah kuning yang kaya rempah, dengan pilihan isian seperti daging, paru, babat, hingga lidah. Aroma kunyit dan santan berpadu sempurna, menciptakan rasa gurih yang dalam dan hangat di perut.
Tak jauh dari sana, ada Sate Sumsum Pak Oo yang dikenal sebagai pelopor sate sumsum di kawasan ini. Teksturnya lembut, hampir meleleh di mulut, dengan sensasi gurih yang unik. Dipadukan dengan bumbu kacang khas, sate ini menawarkan pengalaman rasa yang jarang ditemukan di tempat lain.
Bagi pencinta bakso, Bakso Kikil Pak Jaka adalah destinasi wajib. Kuah kaldunya terasa kuat namun tetap ringan, sementara kikilnya empuk tanpa rasa amis. Ini adalah contoh sederhana bagaimana makanan kaki lima bisa memiliki kualitas rasa yang luar biasa.
Tidak ketinggalan, Laksa Gang Aut Mang Wahyu menghadirkan laksa khas Bogor dengan kuah santan kental yang kaya rempah. Disajikan dengan oncom dan daun kemangi, rasa laksa ini begitu khas dan membekas.
Untuk pilihan yang lebih “berat” dan sedikit berbeda, Iga Panggang Panglima menawarkan iga sapi dengan bumbu meresap hingga ke dalam. Dagingnya empuk, sedikit smoky, dan sering kali membuat pengunjung rela mengantre cukup lama.
Jajanan Kaki Lima yang Menggoda
Surken tidak lengkap tanpa jajanan khas yang justru menjadi daya tarik utama. Salah satu yang paling ikonik adalah Cungkring Pak Jumat. Hidangan ini terdiri dari kikil, kulit, dan berbagai gorengan yang disiram bumbu kacang kental. Perpaduan tekstur dan rasa gurih-manisnya membuat siapa pun sulit berhenti mengunyah.
Kemudian ada Martabak Encek yang sudah melegenda. Dimasak menggunakan arang, martabak ini memiliki aroma khas yang tidak bisa ditiru oleh kompor modern. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, dengan isian yang melimpah.
Jika ingin camilan hangat, combro dari Atmajaya bisa menjadi pilihan. Disajikan panas-panas, bagian luarnya renyah sementara dalamnya lembut dengan isian oncom yang gurih. Sederhana, tetapi memuaskan.
Ada juga jajanan unik seperti asinan jagung bakar yang menawarkan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas dalam satu gigitan. Atau bacang panas yang disajikan dengan bumbu dan kikil, memberikan sentuhan berbeda pada makanan tradisional Tionghoa.
Penutup yang Menyegarkan dengan Bir Kotjok
Setelah puas menyantap berbagai hidangan, saatnya beralih ke minuman dan pencuci mulut. Bir Kotjok Abah adalah salah satu yang paling dicari. Meski namanya “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Terbuat dari jahe, kayu manis, dan cengkeh, rasanya hangat sekaligus menyegarkan.
Untuk pilihan yang lebih manis, es loder bisa menjadi penutup yang tepat. Minuman tradisional ini mulai jarang ditemukan, sehingga mencicipinya di Surken menjadi pengalaman tersendiri.
Jangan lupa juga mampir ke Roti Tegal jika ingin membawa oleh-oleh. Toko roti legendaris ini menawarkan berbagai pilihan roti klasik dengan cita rasa yang tetap konsisten sejak dulu.
Tips Menjelajahi Kuliner Surken
Agar pengalaman kuliner semakin maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Datang lebih awal, sekitar pukul 16.00–17.00, bisa membantu menghindari antrean panjang dan memastikan semua menu masih tersedia.
Karena sebagian besar pedagang adalah kaki lima, membawa uang tunai adalah langkah yang bijak. Meski beberapa sudah menerima pembayaran digital, tidak semuanya memiliki fasilitas tersebut.
Untuk akses, menggunakan transportasi online bisa menjadi pilihan paling praktis. Area ini cukup padat, sehingga membawa kendaraan pribadi bisa menjadi tantangan tersendiri.
Selain itu, tetap waspada dengan barang bawaan, mengingat kawasan ini sangat ramai, terutama di akhir pekan.
Atmosfer Kuliner Surken yang Bikin Kembali
Yang membuat Surya Kencana begitu istimewa bukan hanya makanannya, tetapi juga atmosfernya. Jalanan yang ramai, interaksi antara penjual dan pembeli, serta aroma makanan yang bercampur menjadi satu menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.
Di sini, wisata kuliner terasa lebih hidup. Tidak ada sekat antara pengunjung dan penjual. Semua menyatu dalam satu ruang yang sama, berbagi cerita melalui makanan.
Kuliner malam di Jalan Surya Kencana adalah perjalanan rasa yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkaya pengalaman. Setiap sudutnya menyimpan cerita, setiap hidangannya membawa tradisi.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Bogor, Surken bukan sekadar destinasi, melainkan ritual. Sebuah tempat di mana waktu seolah melambat, dan satu-satunya keputusan yang perlu diambil hanyalah: mau makan apa lagi malam ini?[]









