KIP-K Terbatas, Mendikti Puji Semangat Kampus Beri Beasiswa Mandiri

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 17:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Brian Yuliarto mengapresiasi kepedulian perguruan tinggi dalam menyediakan beasiswa.

Ia melihat saat ini sudah banyak kampus yang mampu mengelola beasiswa untuk mahasiswanya.

Bentuk apresiasi ini ia utarakan karena mengingat kuota dan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dari pemerintah masih terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia salut banyak kampus yang berkorban memberikan beasiswa mandiri agar mahasiswanya tidak putus kuliah.

“Saya sering terharu, para rektor meskipun kadang-kadang anggarannya terbatas, mereka selalu bilang, ‘Kalau untuk alasan ekonomi, kami tidak akan DO. Kalau karena problem ekonomi, kita akan bantu,'” ujarnya dalam acara peluncuran platform SatuBeasiswa Indonesia di Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Kamis (17/9/2026)

Baca Juga:  Bekerjalah Seolah Namamu akan Diceritakan Orang Lain

Anggaran KIP-K Masih Terbatas

Brian menyebut pemerintah pusat sudah menganggarkan dana untuk KIP Kuliah lebih dari Rp 15 triliun setiap tahunnya. Namun, ternyata nilai tersebut belum bisa sepenuhnya membantu lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan.

“Pemerintah tentu sudah sangat berjuang keras. Ada lebih dari 15 triliun tadi disampaikan, diberikan oleh pemerintah untuk keluarga-keluarga yang tidak mampu, anak-anak yang mendapatkan beasiswa KIP-K,” kata Brian.

Oleh karena itu, Brian berterima kasih kepada perguruan tinggi yang sudah ikut serta membantu mahasiswa. Ia juga berterima kasih kepada perusahaan swasta dan pemerintah daerah yang turut menggelontorkan dananya untuk beasiswa kuliah.

“Meskipun beasiswa KIP-K juga sangat terbatas, namun kami sangat berterima kasih, banyak sekali perguruan tinggi-perguruan tinggi yang rela dan juga berkolaborasi, berkorban memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa,” kata Brian.

Baca Juga:  Ketika Beban Menjadi Bekal

Menurutnya, pendidikan tinggi adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ia yakin, bantuan tersebut dapat membantu mahasiswa memutus rantai kemiskinan.

“Kita tahu bahwa kemiskinan sering kali diwariskan. Anak yang lahir berasal dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah biasanya sulit mendapatkan pendidikan. Tanpa pendidikan yang memadai, kemungkinan masa depannya tentu menjadi sangat terbatas, menjadi sempit,” katanya.

Dorong Alumni KIP-K Bantu Adik Kelas

Selain itu, Brian juga mengajak para alumni penerima KIP Kuliah yang sudah sukses untuk membantu adik kelasnya yang membutuhkan. Brian melihat banyak alumni KIP-K yang sukses tetapi mereka bingung cara menyalurkan beasiswanya.

“Dan kami juga ingin menyusun barangkali nanti kita perlu dorong para alumni yang dulunya penerima beasiswa untuk juga jangan lupa kalau sudah jadi orang berhasil, bantu dong adik-adik kelasnya,” katanya.

Baca Juga:  Potret Angka Tidak Sekolah di Kecamatan Ciomas Bogor

Untuk memudahkan calon pemberi beasiswa dalam menyalurkan bantuannya, Kemdiktisaintek telah membuat platform SatuBeasiswa Indonesia.

Platform ini akan mempertemukan pemberi dan penerima beasiswa.

“Nah, inisiatif dari Satu Beasiswa Indonesia ini adalah untuk mengumpulkan bersama-sama di satu ruangan, tentu ruangnya ruang digital, untuk bertemu seluruh pihak, baik yang mau memberi beasiswa maupun pencari beasiswa,” kata Brian.

Saat ini, sudah ada sebanyak 495 program beasiswa yang masuk. Dari jumlah tersebut sudah ada 71 beasiswa yang dibuka.

“Satu Beasiswa Indonesia itu sudah mencatat 495 program dari pemberi beasiswa dengan total nominal Rp 1,1 triliun. Nah, ini sangat luar biasa.

Komposisinya adalah dari 495, 340 itu berasal dari mitra filantropi, 54 dari pemda, 57 dari pemerintah pusat, 27 dari perusahaan, dan 17 dari perguruan tinggi,” tutur Brian.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB