Binanews.id | Sumenep – Puncak Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 tidak hanya menghadirkan pembinaan spiritual, tetapi juga pesan kebangsaan dari para pejabat negara. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak jamaah menjadikan nilai-nilai dzikir sebagai kekuatan membangun masyarakat yang damai dan Indonesia yang maju.
Khofifah menilai majelis dzikir merupakan ruang pendidikan akhlak yang mengajarkan ketakwaan, penghormatan kepada ulama, dan pentingnya menjaga persaudaraan.
“Kita hadir di majelis ini semata-mata karena berharap mendapatkan ridha Allah SWT. Mudah-mudahan kita diakui oleh para masyayikh dan para sayyid sebagai bagian dari jamaah mereka, sehingga kelak Allah SWT menghimpunkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya. Amin ya Rabbal ‘Alamin,” tutur Khofifah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan tarekat tidak hanya diukur dari amalan dzikir, tetapi juga dari lahirnya pribadi-pribadi yang berakhlak mulia dan mampu menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.
“Mari kita perkuat ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak ikhtiar spiritual, dan terus menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan zaman. Semoga kita semua memperoleh limpahan keberkahan dari majelis yang mulia ini,” ajaknya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak seluruh jamaah mendoakan Indonesia agar mampu mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. “Selamat atas terselenggaranya Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Mohon doa dari para kiai, para masyayikh, dan seluruh jamaah agar bangsa ini mampu melanjutkan cita-cita para ulama pendiri bangsa, seperti Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Chasbullah, dan KH. Mohammad Kahar Muzakkir. Mereka menginginkan Indonesia yang merdeka, maju bersama, rakyatnya sejahtera, menjunjung tinggi keadilan, dan menguatkan semangat gotong royong. Mudah-mudahan dengan doa para ulama dan seluruh jamaah, Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju, adil, dan sejahtera,” ungkap Zulkifli Hasan.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai dzikir perlu diwujudkan dalam kepedulian sosial dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, termasuk menjaga ketahanan pangan. “Alhamdulillah, kondisi pangan nasional dalam keadaan aman. Persediaan beras, telur, ayam, ikan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya cukup tersedia. Insya Allah masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah terus bekerja agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, pesan yang disampaikan para tokoh menegaskan bahwa kehidupan spiritual tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Dzikir, ukhuwah, dan kepedulian terhadap bangsa menjadi tiga nilai penting yang diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat Indonesia.[]
Editor : Fathurroji









