Kesejahteraan Guru Berdampak Pada Kualitas Pendidikan

Bisyral

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Kesejahteraan guru yang rendah tidak hanya berdampak pada motivasi mengajar, tetapi juga mempengaruhi kualitas Pendidikan secara keseluruhan.

Guru yang terbebani masalah ekonomi dan psikologis lebih rentan mengalami stress, kelelahan, dan kehilangan semangat mengajar sehingga kesulitan dalam memberikan yang terbaik kepada peserta didik.

Tita Nurmalinasari Hidayat, dosen di Politenik negeri Subang, menyebut, masalah kesejahteraan sangat terasa pada guru honorer, yang sebagian besar menerima penghasilan di bawah standar kebutuhan hidup layak—biasanya antara Rp300.000 hingga Rp1.000.000 per bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Samen, Tradisi Perayaan Kenaikan Kelas Sekolah Masyarakat Sunda

Dalam tulisannya berjudul “Kesejahteraan Pendidik: PR Besar Pendidikan Indonesia” yang dimuat di www.brin.go.id, ditulis tita, guru-guru di daerah terpencil menghadapi tantangan lain, seperti akses terhadap pelatihan profesional yang terbatas, infrastruktur pendidikan yang kurang memadai, dan isolasi geografis.

Beberapa studi menunjukkan bahwa kesejahteraan guru yang baik secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Guru yang merasa dihargai secara finansial dan sosial lebih termotivasi untuk memberikan pengajaran yang berkualitas dan membangun hubungan positif dengan siswa.

Ditulis oleh Tita bahwa pemerintah telah berupaya memperbaiki kondisi ini, antara lain melalui program sertifikasi guru, dan peningkatan kompetensi guru.

Baca Juga:  Bupati Bogor Fokuskan Pembangunan Infrastruktur, Sarana Pendidikan di Malasari

Akan tetapi menurut Tita, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti distribusi yang tidak merata dan mekanisme penilaian yang belum sepenuhnya transparan.

Pada tahun 2026 pemerintah juga menaikkan tunjangan guru ASN dan non-ASN, di mana guru non-ASN akan memperoleh tunjangan tetap sebesar Rp2 juta per bulan.

Namun pada realitanya masih belum mencukupi bagi sebagian besar tenaga pendidik, terutama guru honorer.

Menurut Tita dengan upaya meningkatkan kesejahteraan guru harus dilakukan secara holistik, meliputi peningkatan gaji yang sesuai dengan biaya hidup, pemberian tunjangan berbasis kinerja, serta penyediaan akses pelatihan profesional yang merata, terutama bagi guru di daerah terpencil.

Baca Juga:  Perpusnas Rilis Buku Anak-Komik dari Naskah Kuno, Ada Seri Babad Diponegoro

Pemerintah juga perlu memperkuat program perlindungan sosial bagi guru, seperti jaminan kesehatan dan pensiun.

Selain itu juga pemerintah perlu memperluas akses pelatihan professional,meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, dan memperkuat kolaborasi antar lembaga pendidikan, masyarakat, dan dunia industri.

Dengan intervensi secara holistik tersebut, guru tidak hanya mendapat penghargaan atas pengabdiannya, tetapi juga didukung oleh ekosistem pendidikan yang kondusif dan inklusif.

Berita Terkait

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB