Kemenekraf Dorong Regenerasi Penulis Tingkatkan Ekosistem Penerbitan

Bisyral

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong regenerasi penulis muda untuk meningkatkan industri penerbitan dengan memperluas ruang bagi anak-anak untuk menciptakan dan mengembangkan karya sejak dini.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, penguatan ekosistem penerbitan perlu dimulai dengan mendorong anak tidak hanya menjadi konsumen buku, tetapi juga pencipta karya.

“Dari kebiasaan menulis, menggambar, bercerita, dan berbagi gagasan sejak kecil, kita sedang membangun fondasi generasi kreatif Indonesia yang nantinya mampu menciptakan karya untuk Indonesia bahkan bagi dunia,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Irene, pengembangan talenta sejak dini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi subsektor penerbitan terhadap ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga:  Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip Kementerian Ekraf, subsektor penerbitan mencatatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp94,02 triliun pada 2025, meningkat dari Rp91,42 triliun pada 2024.

Subsektor tersebut menyumbang 5,35 persen terhadap total PDB ekonomi kreatif nasional dengan pertumbuhan sebesar 3 persen pada 2025.

Irene menilai ruang bagi anak untuk menghasilkan karya juga dapat memperluas basis pencipta dalam industri penerbitan. Hal ini tercermin dari jumlah karya yang dihimpun dalam Karya Raya yang terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

Pada 2023, tercatat 638 karya anak. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.081 karya pada 2024 dan 1.870 karya pada 2025. Pada 2026, jumlahnya kembali meningkat menjadi 2.053 buku karya anak.

“Setiap anak berhak belajar bahwa kreativitas selalu layak tumbuh dan memiliki nilai untuk terus dikembangkan,” kata Irene.

Baca Juga:  LKBB Transformasi di Karang Taruna Cigudeg, Satukan Pelajar SMP-SMA se-Bogor Raya Open

Karya Raya 2026 yang berlangsung di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), pada 15 September hingga 05 Oktober 2026 tersebut tidak hanya menjadi ruang pamer karya.

Sejumlah kegiatan seperti workshop, storytelling, book launching, kompetisi Tell A Tale, hingga Lakukaryaku turut memberikan kesempatan bagi anak untuk mempresentasikan dan menjual karya mereka.

Kementerian Ekraf menilai pengalaman tersebut penting untuk memperkenalkan proses kreatif sekaligus aspek komersialisasi karya sejak dini.

Dengan demikian, anak tidak hanya belajar menghasilkan karya, tetapi juga mengomunikasikan dan mengenalkan karyanya kepada publik.

Karya Raya 2026 diinisiasi platform kreatif Bookabook bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Dalam penyelenggaraannya, Karya Raya juga meresmikan Karya Raya Corner sebagai ruang permanen di Perpustakaan Jakarta.

Baca Juga:  Kepala BGN Sudaryono Resmi Dilantik Janji Benahi Tata Kelola MBG

Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin Diki Lukman Hakim mengatakan ruang yang aman dan dukungan lingkungan dapat meningkatkan percaya diri dan mampu menemukan potensi terbaik anak.

“Semoga Karya Raya bisa menjadi tempat kreativitas dan kebaikan anak-anak yang tumbuh dan bermekaran dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dengan aman, percaya diri, dan bahagia,” jelas Diki.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono berharap acara ini dapat menjadi gerakan literasi untuk meningkatkan semangat membaca anak-anak yang terus tumbuh.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB