Kemendikdasmen Berbagai Metode Pembelajaran Pascagempa Flores

Bisyral

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Gempa bumi yang masih mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 15 Agustus 2026 hingga kini berdampak besar terhadap keberlangsungan pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak sehingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan berbagai moda pembelajaran guna memastikan keamanan murid dan guru di tengah kondisi darurat.

Saat ini pembelajaran bagi sekitar 116.324 murid terdampak. Mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan tempat pengungsian untuk menjaga keselamatan warga sekolah karena gempa susulan masih berlangsung dan sejumlah bangunan berpotensi roboh.

Kemudian dari satuan pendidikan yang telah melaporkan kondisi pembelajaran, sebanyak 923 satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah, 171 melaksanakan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat yang memberikan fleksibiitas dalam moda dan materi pembelajaran, dengan penekanan pada materi esensial, literasi-numerasi dasar, serta dukungan psikosisoal. Contoh penerapannya tersedia melalui laman Rumah Pendidikan.

Baca Juga:  125 Tim Adu Gagasan di OPSI 2026, UMJ Jadi Panggung Peneliti Muda Indonesia

“Dalam situasi bencana, keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama.Kemendikdasmen terus bergerak bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, meskipun dalam kondisi darurat. Kita ingin memastikan bahwa keterbatasan akibat bencana tidak menghentikan hak anak untuk belajar dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di NTT (24/8).

Kemendikdasmen menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana yang telah menyebabkan 72 orang meninggal dunia, termasuk tiga murid dan satu guru. Gempa juga merusak puluhan ribu rumah dan menyebabkan lebih dari 80 ribu orang mengungsi, termasuk sekitar 38 ribu warga sekolah.

Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 24 Agustus 2026, sebanyak 1.268 dari 1.378 satuan pendidikan terdampak telah melaporkan kondisi atau sekitar 92 persen. Dampak tersebut mencakup tujuh kabupaten dengan 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.

Baca Juga:  Longsor di KM 72 Tol Bocimi, Jalur Sukabumi–Bogor Dialihkan ke Jalan Nasional Sementara

Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, sebanyak 5.521 ruang kelas atau 63,7 persen mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas yang rusak berat atau total.

Kerusakan juga terjadi pada laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, dan rumah dinas guru. Sebanyak 502 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Sejak 17 Agustus 2026, tim Kemendikdasmen telah berada di Labuan Bajo dan bergerak ke sejumlah wilayah terdampak.

Bantuan awal yang dibawa antara lain 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 800 school kit, dan 400 family kit.

Bantuan telah disalurkan ke sejumlah wilayah di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Tim tambahan juga bergerak ke Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Selain itu, untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar, Kemendikdasmen secara bertahap menyiapkan ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 100 tenda ruang kelas saat ini sedang didistribusikan dan diharapkan dapat mulai digunakan pada pekan berikutnya.

Baca Juga:  Harapan Sederhana Guru: Yang Penting Ada Buat Bensin dan Kopi

Dukungan juga diberikan melalui pendampingan psikososial bagi murid dan guru bersama Himpunan Psikologi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta mitra perguruan tinggi.

Selanjutnya, Kemendikdasmen menyiapkan penyaluran 5.000 school kit, 1.500 family kit, 6.238 mebelair, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku.

Pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan pembelajaran masa darurat juga terus dilakukan hingga kebijakan tersebut berakhir pada 28 Agustus 2026.

Pendataan dampak dan kebutuhan pendidikan dilakukan secara berkala melalui formulir daring dan ditampilkan secara terbuka melalui portal data BNPB, sehingga perkembangan kondisi satuan pendidikan dapat dipantau dan menjadi dasar penentuan dukungan.

Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan layanan pendidikan.

Dukungan diperlukan terutama untuk mempercepat pendistribusian bantuan serta pendampingan guru dan murid dalam melaksanakan pembelajaran darurat

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB