Binanews.id | Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas riset dan inovasi nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada 15–16 Juli 2026.
Menurut Menteri Brian, perluasan akses pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah mahasiswa, tetapi juga memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas hingga jenjang perguruan tinggi.
“Kami akan terus memperluas akses dan keberlanjutan studi masyarakat, memperkuat kapasitas perguruan tinggi dan ekosistem riset, serta mendorong peningkatan angka partisipasi kasar perguruan tinggi sebagai bagian dari semangat Diktisaintek Berdampak,” tegas Menteri Brian dilansir kemdiktisaintek.go.id.
Beasiswa Hampir 100 Persen Tersalurkan
Dalam rapat tersebut, Kemdiktisaintek memaparkan sejumlah capaian program prioritas nasional di bidang pendidikan tinggi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah realisasi anggaran program beasiswa yang mencapai 99,99 persen, menunjukkan hampir seluruh alokasi bantuan pendidikan berhasil disalurkan kepada penerima.
Selain itu, Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) juga melampaui target penerima. Program ini memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa dari daerah afirmasi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, terluar, serta daerah yang terdampak bencana.
Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan tinggi dapat dinikmati secara lebih merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Penguatan Riset dan SMA Unggul Garuda
Di sektor pengembangan pendidikan dan riset, Kemdiktisaintek juga melaporkan perkembangan positif Program SMA Unggul Garuda.
Sebanyak 12 sekolah transformasi telah mencapai target pelaksanaan 100 persen, sementara pembangunan empat sekolah baru terus berjalan dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026.
Selain itu, berbagai program penelitian kompetitif, bantuan kelembagaan perguruan tinggi, serta penguatan riset dan inovasi nasional juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Beberapa program bahkan berhasil melampaui target berkat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan kementerian maupun lembaga mitra.
Tata Kelola Keuangan Semakin Akuntabel
Kemdiktisaintek juga mencatat capaian positif dalam pengelolaan keuangan negara. Untuk kembali, kementerian memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Tidak hanya itu, seluruh 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) juga berhasil mempertahankan opini WTP. Sementara jumlah satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) yang memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan adanya perbaikan dalam tata kelola keuangan.
Menteri Brian menegaskan bahwa seluruh rekomendasi dari BPK akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kementerian.
“Kami akan terus memperkuat pengendalian internal, pengamanan aset, penataan BMN, serta penguatan sistem data yang akurat dan terintegrasi guna mendukung tertib administrasi dan ketepatan pengambilan kebijakan,” tegas Menteri Brian.
Pendapatan Melampaui Target
Dari sisi pengelolaan anggaran, Kemdiktisaintek mencatat realisasi belanja Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp55,49 triliun, atau 94,81 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp58,53 triliun.
Sementara itu, realisasi pendapatan kementerian justru melampaui target. Pendapatan mencapai Rp11,48 triliun atau 109,39 persen dari target sebesar Rp10,49 triliun.
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber, di antaranya layanan pendidikan Badan Layanan Umum (BLU), kerja sama BLU, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
Capaian tersebut juga didukung oleh Nilai Kinerja Anggaran (NKA) sebesar 93,46, yang masuk dalam kategori sangat baik.
“Berbagai capaian ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan setiap program pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri Brian.
DPR Beri Catatan Strategis
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyampaikan bahwa Komisi X menerima penjelasan Kemdiktisaintek mengenai realisasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
Meski demikian, DPR juga memberikan sejumlah catatan strategis sebagai bahan perbaikan ke depan, di antaranya peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran, percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK, penguatan tata kelola data, inventarisasi aset pasca restrukturisasi kementerian, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.
Melalui penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel, pemerintah berharap pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya semakin mudah diakses, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, memperkuat riset dan inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.[]
Editor : Fathurroji









