Kasus Daycare Jogja, Kak Seto Minta Pemerintah Kuatkan Pengawasan

Tedy

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 10:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor. viralnya kasus kekerasan di tempat layanan daycare di Jogjakarta dimana anak-anak yang dititipkan mendapatkan perlakuan kejam dan tidak manusiawi. Polisi telah mengamankan 30 orang dan 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta masih menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk tokoh pemerhati anak, yakni Seto Mulyadi, yang akrab disapa Kak Seto. Ia meminta pemerintah pusat adanya penguatan pengawasan terhadap lembaga penitipan anak oleh pemerintah daerah.

Ia sangat prihatin dengan viralnya kekerasan anak ini terjadi, ini sangat berbahaya dan membutuhkan tindakan tegas dari pemerintah pusat maupun daerah untuk mengevaluasi layanan lembaga daycare dan sejenisnya. (liputan6.com)

“Saya kaget, kok bisa hal semacam ini terjadi bahkan sampai menimbulkan korban psikis kejiwaan pada anak, pemerintah harus melakukan evaluasi secara menyeluruh,” (TIMEIndonesia,29/4/2026)

Pemerintah pusat perlu lebih intensif lagi meminta pemerintah daerah lebih aktif mengontrol operasional layanan daycare diseluruh propinsi baik dari sisi legalitas maupun kualitas pengasuhan. Pengawasan dan disiplin kontroling evaluasi dari mulai perizinan hingga prosedur operasional dinilai penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak selama berada di tempat penitipan.
“Kami mendorong pemerintah pusat agar meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat terhadap daycare,” ujarnya.

Dia menekankan peran aktif setiap orang tua dalam mengawasi kondisi anak. Biasanya psikologis orang tua akan merasa pasrah dan terlalu percaya saat anak mereka dititipkan di daycare, tanpa merasa khawatir mengontrol bagaimana kondisi anak mereka selama di sana. Paling utama, orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah pulang dari daycare.

Orang tua harus mengontrol kondisi anak. Jika anak menunjukkan ketidaknyamanan atau tidak ingin kembali ke daycare, jangan dipaksakan, bahkan perlu sedikit mulai waspada” tegasnya. juga mengingatkan agar orang tua bisa lebih selektif memastikan daycare yang dipilih memiliki izin resmi dan memenuhi standar pengasuhan yang layak. Legalitas lembaga menjadi indikator awal untuk menjamin kualitas layanan (TIMEIndonesia, (29/4/2026)

Lebih lanjut, Ia menyarankan agar anak yang mengalami tekanan psikologis segera mendapatkan penanganan profesional. “Jika ada tanda-tanda trauma atau gangguan, segera bawa ke psikolog agar mendapat penanganan yang tepat,”
Berharap kasus serupa tidak terulang dan dapat menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan anak, khususnya dalam layanan penitipan anak di Indonesia. (Ted)

Baca Juga:  Keluarga Tidak Selalu Tentang Hubungan Darah, Tapi Tentang Kehadiran

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB