Jangan Asal Menang, Ini Rumus Sehat Saat Bertengkar

Prabu

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Tidak ada pernikahan tanpa perbedaan pendapat. Dua orang yang dibesarkan dengan nilai, kebiasaan, dan cara berpikir berbeda tentu akan sesekali bertabrakan.

Masalahnya bukan pada ada atau tidaknya pertengkaran. Yang lebih penting adalah bagaimana pasangan mengelola konflik agar tidak berubah menjadi perang yang merusak hubungan.

Psikolog keluarga menyebut, konflik yang dikelola dengan sehat justru dapat memperkuat ikatan emosional. Sebaliknya, konflik yang dipenuhi hinaan, sikap defensif, atau saling diam berkepanjangan dapat mengikis kedekatan sedikit demi sedikit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Bukan Cuma Modal Cinta, Ini Bekal Penting Sebelum Menikah

Lalu, bagaimana strategi menghadapi perselisihan dengan pasangan?

1. Tahan Reaksi, Turunkan Intensitas Emosi

Tidak semua hal harus diselesaikan saat emosi sedang memuncak. Ketika marah, otak cenderung bekerja dalam mode bertahan. Akibatnya, seseorang lebih mudah berkata kasar, menyalahkan, atau mengambil keputusan yang disesali kemudian.

Jika emosi sudah terlalu tinggi, beri jeda sejenak. Minum air, berjalan singkat, atau menenangkan diri sebelum melanjutkan pembicaraan.

Rumusnya: Tenang dulu → Baru bicara.

2. Fokus pada Masalah, Bukan Menyerang Pribadi

Kalimat seperti “Kamu memang selalu egois” atau “Dari dulu kamu enggak pernah berubah” hanya akan membuat pasangan bersikap defensif. Alih-alih menyerang karakter, bicarakan perilaku yang menjadi masalah.

Misalnya, ubah kalimat: “Kamu enggak peduli.” Menjadi: “Aku sedih ketika pesan pentingku tidak dibalas.”

Baca Juga:  Saat Anak Sudah Bekerja, Apa yang Orang Tua Harapkan?

Rumusnya: Bahas perilaku → Hindari melabeli kepribadian.

3. Dengarkan untuk Memahami, Bukan Membalas

Sering kali pasangan mendengar hanya untuk mencari celah menyanggah. Padahal, didengar merupakan kebutuhan emosional dasar setiap manusia. Cobalah mengulangi inti ucapan pasangan untuk memastikan pemahaman.

“Jadi yang kamu rasakan sebenarnya kecewa karena merasa tidak dilibatkan?” Sikap ini membantu pasangan merasa dihargai.

Rumusnya: Dengar → Pahami → Baru tanggapi.

4. Cari Solusi yang Bisa Dijalani Bersama

Tujuan konflik bukan menentukan siapa yang menang. Tujuannya adalah menemukan jalan keluar yang membuat hubungan tetap bertumbuh.

Tidak semua solusi harus ideal. Kadang cukup realistis dan disepakati bersama. Sebab dalam pernikahan, kemenangan sepihak sering kali justru menjadi kekalahan hubungan.

Rumusnya: Bukan aku vs kamu, tetapi kita vs masalah.

Baca Juga:  Keluarga adalah Tempat Beristirahat, Bukan Tempat Menumpahkan Lelah

5. Jangan Lupa Memulihkan Kedekatan

Setelah konflik selesai, hubungan tetap perlu dirawat. Minta maaf jika memang salah. Ucapkan terima kasih karena pasangan bersedia berdialog. Pelukan, candaan kecil, atau makan bersama dapat membantu mengembalikan kehangatan.

Konflik yang sehat bukan konflik tanpa air mata. Melainkan konflik yang berakhir dengan pemulihan.

Rumusnya: Selesaikan masalah → Pulihkan hubungan.

Bertengkar Tidak Selalu Berarti Tidak Cocok Banyak pasangan mengira pertengkaran adalah tanda hubungan sedang gagal. Padahal, perbedaan pendapat adalah bagian alami dari dua manusia yang belajar hidup bersama.

Yang perlu diwaspadai bukan seberapa sering konflik terjadi, melainkan apakah konflik itu membuat pasangan semakin memahami satu sama lain atau justru saling melukai.

Karena pada akhirnya, rumah tangga yang kuat bukanlah rumah tangga yang tak pernah bertengkar.

Melainkan rumah tangga yang tetap memilih untuk saling mendengarkan, saling belajar, dan kembali pulang satu sama lain setelah badai reda.

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB