Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Tedy

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Sukabumi. Setelah hampir 5 bulan dilanda kemarau panjang, wilayah Kabupaten Sukabumi akhirnya diguyur hujan lebat Kamis malam, 10 September 2026. Hujan dengan intensitas sedang mulai turun sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung Kamis malam. Suara rintik air hujan di atap genteng dan dedaunan menjadi pemandangan yang sudah lama dirindukan warga sukabumi.

“Alhamdulillah, akhirnya hujan. Debu di jalanan sudah tebal banget dan mengganggu pernafasan. Sumur di beberapa rumah warga sebagian sudah kering,” ujar Ibu Arham warga Cisaat, Jumat pagi.

Baca Juga:  Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sukabumi mencatat curah hujan dengan intensitas sedang terjadi di wilayah Cikidang dan Pelabuhan Ratu dengan kisaran 30-45 mm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari laman resmi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kepala BPBD mengatakan hujan ini cukup membantu menurunkan tingkat bahaya debu yang mengganggu polusi udara dan mengurangi dampak kekeringan lahan. Namun ia mengimbau warga tetap waspada potensi bencana lainnya. “Hujan diminggu pertama setelah kemarau panjang rawan bisa menimbulkan banjir dan longsor, terutama di daerah perbukitan. Kondisi tanah yang masih kering menjadi penyebab air belum bisa langsung meresap,” jelasnya.

Baca Juga:  Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Para petani dan peternak ikan di wilayah Sukabumi menyambut bahagia turunnya hujan ini. Mereka merasa bersyukur dapat mengolah kembali sawah, kebun, dan kolam perikanan untuk masa tanam dan sebar benih yang sempat tertunda karena kekurangan dan ketiadaan sumber air.

Meski membawa harapan baru akan terjadinya perubahan cuaca menuju musim hujan, BMKG masih memprediksi pola hujan yang turun belum stabil dalam beberapa hari ke depan. Intensitas hujan masih akan turun secara tidak merata dan diselingi cuaca panas. Warga berharap perubahan cuaca menuju musim hujan segera tiba secara merata agar krisis air bersih, kekeringan sumber air sumur dilingkungan warga, serta gagal panen yang terjadi beberapa bulan terakhir bisa segera teratasi. (Ted)

Baca Juga:  Lima Film Sedih, Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Dunia

Berita Terkait

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan
Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya
Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga
Di Balik Senyum Ibu Mimin, Tersimpan Perjuangan yang Panjang
Sopir Angkot Gelar Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, Berikut Tuntutannya
Karhutla Picu Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang Semakin Terbatas

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:19 WIB

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Rabu, 9 September 2026 - 14:19 WIB

Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB