Guru Syarkowi: Guru Jangan Bermental Peminta

Prabu

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor – Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berubah, profesi guru dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengajar secara teknis. Guru juga dituntut memiliki jiwa pengabdian, kemampuan memahami manusia, serta semangat untuk terus bertumbuh bersama peserta didik.

Pandangan tersebut disampaikan Syarkowi, guru SMPN 3 Megamendung, saat berbincang mengenai perjalanan hidup dan pandangannya terhadap dunia pendidikan, Kamis (28/5/2026).

Syarkowi mengaku, dirinya tidak langsung memiliki keyakinan besar untuk menjadi seorang guru. Setelah lulus kuliah pada masa pandemi Covid-19, ia sempat mengalami masa sulit mencari pekerjaan dan menjalani berbagai pekerjaan serabutan selama hampir dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Waktu itu situasi kerja memang sulit. Akhirnya saya mencoba masuk ke dunia pendidikan,” ujarnya.

Syarkowi mengaku, keyakinannya untuk menjadi seorang guru tumbuh secara bertahap melalui perjalanan hidup dan pengalaman yang ia jalani setelah menyelesaikan kuliah pada masa pandemi Covid-19. Dalam kurun waktu hampir dua tahun, ia mencoba berbagai bidang pekerjaan yang kemudian mempertemukannya dengan dunia pendidikan.

Baca Juga:  Membangun Semangat Kartini di SDIT Bina Cendekia Mandiri Entrepreneur’s School

“Waktu itu situasi kerja memang penuh tantangan. Seiring berjalannya waktu, saya mulai terlibat di dunia pendidikan dan ternyata menemukan banyak pengalaman berharga yang membuat saya nyaman menjalani profesi ini sampai sekarang,” ujarnya.

Namun seiring waktu, dunia mengajar justru membawanya pada pengalaman emosional yang berbeda. Ia merasa menemukan makna baru ketika mulai dekat dengan kehidupan para murid.

“Setelah dijalani ternyata nyaman. Ada rasa hidup ketika bisa membersamai anak-anak,” katanya.

Lulusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) tersebut menjelaskan, sejak masa kuliah dirinya memang tertarik pada konsep pendidikan yang tidak sekadar berfokus pada kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga membangun sistem pendidikan yang sehat, mandiri, dan manusiawi.

Ia bahkan memiliki cita-cita membangun sekolah berbasis pesantren dengan sistem pendanaan yang tidak sepenuhnya membebani masyarakat.

“Menurut saya pendidikan itu ruang pengabdian. Karena itu, lembaga pendidikan juga perlu dibangun dengan kemandirian dan kreativitas,” tuturnya.

Menurut Syarkowi, guru perlu memiliki kemampuan berkembang di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal ekonomi dan kewirausahaan. Hal tersebut penting agar profesi pendidik tetap memiliki martabat dan tidak kehilangan daya hidupnya.

Baca Juga:  Kota Lestari, Satu Siswa Kota Bogor Tanam Benih Pohon

“Guru jangan sampai bermental peminta. Semangat mandiri itu penting,” ujarnya.

Ia juga memahami beratnya perjuangan para guru honorer. Syarkowi mengingat masa awal dirinya mengajar dengan penghasilan yang terbatas, sementara tanggung jawab pekerjaan cukup besar.

“Menjadi guru itu bukan pekerjaan ringan. Ada proses mengajar, menyiapkan materi, memahami karakter anak, sampai membangun komunikasi dengan mereka,” katanya.

Meski demikian, menurutnya tantangan terbesar seorang guru justru terletak pada kemampuan memahami murid yang datang dari latar belakang keluarga dan lingkungan yang berbeda-beda.

“Anak-anak itu membawa cerita hidup masing-masing. Guru harus bisa menerima mereka secara utuh,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan yang terlalu keras dan penuh kritik justru membuat peserta didik menjauh secara emosional. Sebaliknya, dialog dan penerimaan menjadi jalan untuk membangun kedekatan yang lebih sehat antara guru dan murid.

Baca Juga:  Diskominfo Bogor Dorong Siswa Jadi Content Creator

“Semua orang pada dasarnya ingin dihargai dan didengarkan, termasuk anak-anak,” katanya.

Dalam proses mengajar, Syarkowi banyak terinspirasi dari pemikiran Paulo Freire, tokoh pendidikan asal Brasil yang menekankan pentingnya dialog dalam pendidikan. Menurutnya, proses belajar idealnya menjadi hubungan dua arah, di mana guru dan murid sama-sama bertumbuh.

“Kadang guru juga belajar dari murid. Dari ngobrol dengan mereka, kita jadi memahami banyak hal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan suasana belajar yang hidup di dalam kelas. Menurutnya, mengajar tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga membutuhkan ekspresi, komunikasi, dan pendekatan yang hangat.

“Anak-anak biasanya lebih mudah menerima pelajaran kalau suasananya menyenangkan. Humor, storytelling, sampai senyum itu penting,” katanya sambil tersenyum.

Di akhir perbincangan, Syarkowi berpesan agar para guru terus memperbarui kompetensi diri dan tidak kehilangan semangat dalam mendidik generasi muda.

“Ngajar itu bukan cuma soal teknis. Harus ada jiwa di dalamnya,” pungkasnya.[]

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB