Dosen Pendidikan Sejarah UNJ Gelar Wisata Edukasi Ke Museum Tekstil

Irwan Maulana

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat, dosen Pendidikan Sejarah FISH UNJ mengadakan kegiatan study tour atau wisata edukasi dengan tema “meningkatkan minat belajar sejarah dan kreativitas sejarah melalui metode pembelajaran edutainment” berkunjung ke Museum Tekstil yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut Dosen Pendidikan Sejarah UNJ, Dr. Djunaidi, M.Hum dan Sri Martini, S,S M.Hum sebagai ketua pelaksana kegiatan ini menyatakan kalau museum sebagai lembaga pelestarian warisan budaya memiliki potensi nilai historis yang sangat besar. Dalam menimba ilmu di perguruan tinggi, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori melainkan juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kesadaran sejarah, bersikap reflektif serta keterampilan berkarya. Oleh karena itu, keberadaan museum sebagai sumber belajar menjanjikan alternatif kontekstual dan bermakna bagi kehidupan.

Adapun pelaksanaan study tour ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan. Dewasa ini minat ketertarikan generasi muda terhadap sejarah cukup terbilang rendah. Sejarah seringkali dianggap sebagai hal membosankan dan dianggap tidak menarik untuk dipelajari. Pola pikir generasi di era globalisasi mulai sangat realistis, sementara menurut sebagian besar masyarakat, sejarah adalah peristiwa yang sudah terjadi, sudah berlalu dan sudah berakhir sehingga tak perlu dibahas pada konteks kekinian. Tak jarang pembahasan sejarah sangat abstrak terlebih lagi jika materinya mengandung asal usul filosofis dan dikajinya hanya melalui buku-buku sejarah saja. Untuk itu dibutuhkan pendekatan pembelajaran sejarah yang lebih konkret dan mudah dipahami secara kronologis agar menarik minat generasi muda dalam memaknai pentingnya sejarah.

Baca Juga:  6 Tips Aman Wisata di Curug Bogor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu metode yang tepat terkait meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah adalah metode edutainment berupa berkunjung ke museum. Selain sekedar berwisata atau rekreasi, mengunjungi museum dapat membantu peserta didik dalam mempelajari sejarah secara nyata yang didalamnya terkandung aspek sosial dan budaya sehingga memperkaya pengetahuan mereka. Museum tidak hanya sekedar tempat penyimpanan barang-barang kuno seperti dokumen tertulis maupun artefak benda, tetapi berfungsi sebagai pusat penelitian dan pendidikan bagi masyarakat luas. Terlebih bila museum tersebut terdapat area khusus untuk melakukan studi lapangan.

Disamping itu diperlukan metode collaborative learning yaitu menekankan kerjasama antara peserta didik dengan pihak tertentu agar meningkatkan pemahaman dan keterampilan akademik peserta didik. Dalam konteks kunjungan ke museum, collaborative ini bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan melalui observasi koleksi dan memecahkan permasalahan dengan cara diskusi bersama pemandu museum. Bila salah satu koleksi terdapat tulisan yang bermakna abstrak, tentu peserta didik dapat bertanya aktif dengan pemandu agar tidak keliru memahami fakta sejarah. Artinya disini museum memiliki peran strategis terhadap penguatan identitas peserta didik berdasarkan kerja sama untuk memecahkan permasalahan dengan berkaca dari masa lalu.

Kolaborasi Dengan History Club SMAN 32 Jakarta

History Club merupakan komunitas ekstrakurikuler yang menjadi wadah bagi setiap peserta didik yang antusias mempelajari hingga mengkaji sejarah melalui diskusi, presentasi, literasi, menonton film dan kegiatan edukatif lainnya. Dari kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan, ada satu kegiatan yang menjadi event tahunan yaitu belajar melalui kolaborasi dan pengalaman langsung. Biasanya event tahunan diadakan saat peserta didik sudah tidak efektif melakukan pembelajaran di sekolah, tepatnya pada saat akhir tahun ajaran genap, jadi mereka tetap dapat mengisi waktu luang atau free class di sekolah dengan mengikuti kegiatan yang diadakan History Club ini.

Baca Juga:  Bukit Gajah Cijeruk Bogor, Destinasi Wisata Berkemah

Selain itu, kegiatan ini tidak hanya sekedar studi wisata biasa melainkan ada hikmah pembelajaran yang bisa diambil seperti kunjungan ke Museum Tekstil Jakarta yang memiliki banyak sejarah dan budaya dari batik Nusantara. Oleh karena itu mengenalkan batik bukan hanya sekedar “budaya tak benda” Indonesia, tetapi juga memiliki nilai historis yang kental karena merupakan seni warisan dari nenek moyang. Peserta didik pasti bosan ketika hanya mendengarkan atau melihat contoh batik dalam buku teks, sehingga terpikir solusi untuk membawa mereka ke koleksi batik dan kain tradisional lainnya yang dipamerkan di museum.

Kemudian setelah para peserta melihat koleksi batik Nusantara, mereka bergeser ke pendopo batik untuk melakukan kegiatan praktik membatik. Pertama-tama peserta mendapat penyuluhan atau tata cara untuk menggoreskan malam pada kain sehingga tidak berantakan saat proses membatik. Kemudian setelah proses pembuatan batik pada kain, peserta pindah ruangan untuk melakukan pewarnaan dan pemberian parafin (zat untuk membuat bingkai warna pada kain). Setelah tahap pewarnaan selesai maka akan dilanjut ke tahap pelorodan yang kemudian kain dimasak memakai air mendidih sampai warna dari malamnya tertempel sehingga membentuk motif batik yang menarik. Dua tahapan akhir yaitu pencucian kain dan penjemuran dilakukan agar kain yang telah diberikan motif batik dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti menjadi sapu tangan, kain lap, hiasan kamar, hingga menjadi ornamen di tas.

Baca Juga:  Masih Libur Sekolah, Lalin Puncak Bogor Masih Dipadati Wisatawan

Diskusi Dengan Dosen Setelah Kegiatan Kunjungan Museum

Secara keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh anggota History Club berlangsung satu hari, yaitu dari jam 06.30 sampai jam 14.30 WIB. Peserta yang mengikuti kegiatan tergambar wajah begitu puas dan antusias, terutama ketika di museum. Setelah kegiatan dan tiba kembali di sekolah, ada tugas yang perlu mereka kerjakan sebagai bentuk dari pembelajaran yang mereka dapat saat kunjungan ke Museum Tekstil Jakarta. Tugasnya cukup mudah yaitu membagi peserta didik menjadi dua yaitu kelompok artikel populer dan kelompok video kreatif. Walaupun diberi kelompok, tugas para peserta tetap hasil individu karena untuk menilai adanya tingkat pemahaman terhadap materi dari berbagai aspek seperti visual tulisan (artikel) dan kualitas suara (video), dimana itu mereka dapatkan ketika mendengar penjelasan dari pemandu museum. Dari situlah kegiatan pembelajaran sejarah di luar kelas seperti kunjungan ke museum dapat membuat suasana belajar menjadi semakin menyenangkan dan seru.[]

Berita Terkait

Generasi Muda Kota Bogor Kenalkan Potensi Wisata Kota Hujan
Tiga Varian Durian yang Layak Diburu, Harga Bersahabat Rasa Berkualitas
Bukit Gajah Cijeruk Bogor, Destinasi Wisata Berkemah
Hidden Gims, Talaga Saat Keindahan Danau Alami di Kawasan Puncak Bogor
Saatnya Weekend Nikmati Keindahan Alam Kawasan Puncak Bogor
Masih Libur Sekolah, Lalin Puncak Bogor Masih Dipadati Wisatawan
JungleLand Sentul Hadirkan Promo di LIburan Sekolah
Bukit Panenjoan Pamuruyan Cibadak, Sajikan Panorama Alam Menawan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:58 WIB

Generasi Muda Kota Bogor Kenalkan Potensi Wisata Kota Hujan

Selasa, 15 September 2026 - 10:55 WIB

Tiga Varian Durian yang Layak Diburu, Harga Bersahabat Rasa Berkualitas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Bukit Gajah Cijeruk Bogor, Destinasi Wisata Berkemah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Hidden Gims, Talaga Saat Keindahan Danau Alami di Kawasan Puncak Bogor

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:42 WIB

Saatnya Weekend Nikmati Keindahan Alam Kawasan Puncak Bogor

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB