Binanews.id | Dalam sepekan terakhir, jagat media sosial khususnya platform Threads diramaikan dengan perbincangan viral mengenai ibadah umrah. Banyak warganet yang membagikan pengalaman pribadinya dan mengklaim bahwa menunaikan umrah dapat melancarkan rezeki serta mempermudah datangnya jodoh. Fenomena ini memicu beragam respons dari pengguna internet, mulai dari doa penuh harap agar segera ditakdirkan berangkat, hingga pertanyaan mengenai validitas klaim tersebut menurut syariat Islam.
Terkait pertanyaan apakah umrah dapat mempermudah rezeki, Islam memiliki gambaran riwayat yang jelas mengenai hal ini. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad:
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Artinya: “Lakukanlah haji dan umrah secara berturut-turut, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa, sebagaimana alat pelebur besi menghilangkan kotoran pada besi.” (HR. Ahmad).
Bahkan, dalam riwayat At-Thabarani juga ditegaskan bahwa melaksanakan haji dan umrah secara berturut-turut dapat menambah umur dan rezeki.
Meskipun dalil tersebut menyebutkan hilangnya kefakiran dan bertambahnya rezeki, maknanya tidak lantas dipahami sebagai kekayaan materi yang datang secara instan. Syekh Abdurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadi menjelaskan bahwa kalimat menghilangkan kefakiran terbagi menjadi dua makna:
يُزِيلَانِهِ وَهُوَ يَحْتَمِلُ الْفَقْرَ الظَّاهِرَ بِحُصُولِ غِنَى الْيَدِ وَالْفَقْرَ الْبَاطِنَ بِحُصُولِ غِنَى الْقَلْبِ
Artinya: “Keduanya (haji dan umrah) menghilangkannya (kefakiran), di mana ia mencakup kefakiran yang tampak (lahiriah) dengan diperolehnya kekayaan tangan (harta/materi), dan kefakiran yang batin dengan diperolehnya kekayaan hati.”.
Oleh karena itu, kelancaran rezeki ini juga bisa berwujud perasaan yang semakin lapang, merasa cukup dengan apa yang ada, dan hilangnya kegelisahan soal rezeki.
Sementara itu, mengenai klaim bahwa umrah dapat mempermudah urusan jodoh, penelusuran pada literatur kitab-kitab klasik tidak menemukan keterangan yang secara spesifik dan eksplisit menyebutkan hal tersebut. Meski tidak ada teks yang khusus membahas jodoh, segala bentuk ibadah tetaplah menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seseorang dapat memanfaatkan ibadah umrah untuk berdoa agar dipermudah dalam mencari pasangan hidup.
Hal ini sangat beralasan karena doa orang yang sedang melaksanakan ibadah umrah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ عَن رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنْ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ
Artinya: “Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw, Nabi bersabda: ‘Orang-orang yang berhaji dan orang-orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, niscaya Dia mengabulkan mereka, dan jika mereka memohon ampun kepada-Nya, niscaya Dia mengampuni mereka.”.
Kesimpulannya, anggapan bahwa ibadah haji dan umrah mendatangkan keutamaan rezeki adalah benar, namun maknanya tidak semata-mata bersifat materialistis, melainkan juga mencakup kekayaan hati dan ketenangan batin. Sedangkan untuk urusan jodoh, momentum ibadah umrah merupakan waktu istimewa di mana jamaah berstatus sebagai tamu Allah yang doanya mustajab untuk memohon didatangkannya pasangan hidup. Wallahu a’lam bishshawab.









