Binanews.id | Jayapura – Proses pemilihan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua periode 2026–2030 terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Setelah Panitia Penjaringan mengumumkan lima bakal calon yang lolos verifikasi administrasi, dukungan terhadap para kandidat mulai berdatangan, salah satunya kepada Dr. H. Faisal, S.Ag, M.HI
Dukungan tersebut datang dari Anggota DPR Papua, H. Wagus Hidayat, S.H., M.Si., yang secara resmi menyampaikan surat dukungan kepada Ketua Panitia Seleksi Calon Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua tertanggal 20 Juli 2026.
Dalam suratnya, Wagus Hidayat menilai Dr. Faisal merupakan figur yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen yang kuat dalam memajukan pendidikan tinggi Islam di Tanah Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dukungan ini diberikan berdasarkan penilaian atas integritas, kompetensi, pengalaman kepemimpinan, serta komitmen yang bersangkutan dalam memajukan pendidikan tinggi. Kami berharap beliau mampu mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik,” tulis H. Wagus Hidayat dalam surat dukungannya.
Wagus menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Dr. Faisal telah menunjukkan rekam jejak panjang sebagai akademisi sekaligus tokoh yang aktif membangun kehidupan sosial dan keagamaan di Papua.
“Kami melihat tentu dari kapasitas, kapabilitas, dan track record-nya sangat jelas. Beliau di dunia pendidikan, baik di internal maupun eksternal kampus, sudah sangat teruji. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten Jayapura dan sekarang Sekretaris Umum MUI Provinsi Papua. Saya sendiri mengenal beliau cukup lama di tengah masyarakat,” ujar Wagus dikonfirmasi Binanews.id, Senin (20/7).
Ia menambahkan, kiprah Dr. Faisal dalam menjaga kerukunan umat beragama di Papua menjadi salah satu alasan utama dirinya memberikan dukungan.
“Peran beliau dalam menjaga kerukunan umat beragama dan toleransi di Papua, khususnya di Jayapura, tidak bisa diragukan lagi. Beliau adalah akademisi tulen yang tidak hanya berpikir tentang kemajuan kampus, tetapi juga mampu membangun hubungan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk,” katanya.
Menurut Wagus, Papua membutuhkan sosok pemimpin perguruan tinggi yang mampu membawa perubahan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta melahirkan generasi muda yang unggul.
“Tentunya kami memberikan dukungan agar pendidikan tinggi Islam di Papua menjadi lebih baik dan semakin maju. Ke depan kami berharap IAIN Fattahul Muluk Papua mampu mencetak generasi bangsa yang mumpuni, Islami, berakhlakul karimah, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Semoga beliau dapat terpilih dan memimpin IAIN Papua ke depan,” tuturnya.
Meski demikian, Wagus menegaskan bahwa dukungan yang disampaikannya tetap menghormati seluruh mekanisme dan tahapan seleksi yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, Panitia Penjaringan telah mengumumkan enam bakal calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi untuk mengikuti tahapan berikutnya dalam proses pemilihan Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua periode 2026–2030. Seluruh proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemimpin perguruan tinggi yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan bagi institusi.[]
Editor : Fathurroji









