Anak Bermasalah atau Orang Tua yang Lalai?

Prabu

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor – Perilaku anak di sekolah kerap menjadi sorotan ketika dianggap sulit diatur, kurang disiplin, atau bermasalah dalam proses belajar. Namun di balik itu, banyak pendidik menilai bahwa karakter anak sejatinya tidak tumbuh begitu saja, melainkan dibentuk dari lingkungan terdekatnya: keluarga.

Pandangan tersebut disampaikan Syarkowi, guru SMPN 3 Megamendung, saat membahas pengalaman dan tantangannya menghadapi karakter peserta didik di sekolah, Kamis (28/5/2026).

“Yang paling dominan itu hasil didikan keluarga. Anak itu mirip banget meniru orang tuanya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Syarkowi, guru sering kali terjebak pada keinginan membentuk murid menjadi sosok ideal tanpa benar-benar memahami latar belakang kehidupan yang membentuk perilaku mereka sejak di rumah.

Baca Juga:  Saat Anak Sudah Bekerja, Apa yang Orang Tua Harapkan?

Padahal, setiap anak datang ke sekolah membawa pengalaman hidup, pola komunikasi, hingga kondisi emosional yang berbeda-beda.

“Nah siasat untuk menangani anak yang latar belakang didikannya tidak sesuai dengan pendidikan ideal, salah satunya adalah menerima mereka secara utuh,” katanya.

Ia mengaku pemahaman tersebut tidak datang secara instan. Butuh waktu dan proses panjang hingga dirinya menyadari bahwa pendekatan keras tidak selalu efektif dalam mendidik anak.

“Walaupun salah, anak kecil juga enggak suka dikritik. Itu pelajaran yang baru saya pahami setelah dua tahun mengajar,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak sangat peka terhadap cara orang dewasa memperlakukan mereka. Ketika merasa terus dihakimi atau ditekan, mereka cenderung menutup diri dan kehilangan kenyamanan untuk belajar.

Baca Juga:  Ketahui Penyebab Anak Memilih Diam Saat Sedang Sedih

Sebaliknya, pendekatan yang hangat dan dialogis justru mampu membuka ruang kedekatan emosional antara guru dan murid.

“Nanti hati anak-anak akan tergerak sendiri kalau mereka merasa diterima,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai pendekatan psikologi perkembangan yang menyebut bahwa perilaku anak sering menjadi refleksi dari pola asuh, lingkungan sosial, dan suasana emosional yang mereka alami sehari-hari di rumah.

Dalam banyak kasus, rumah menjadi ruang pertama pembentukan karakter anak. Cara orang tua berbicara, menyelesaikan konflik, menunjukkan kasih sayang, hingga mengelola emosi akan direkam dan ditiru anak secara alami.

Baca Juga:  Ini Syarat Dosen PTKI Ikut Visiting Professor 2026

Karena itu, pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Hubungan yang sehat antara orang tua, guru, dan anak dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda.

Syarkowi juga menekankan bahwa menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memahami manusia secara utuh.

“Kalau di pikiran kita anak harus begini terus, harus begitu terus, capek,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Baginya, mendidik anak membutuhkan kesabaran, kesadaran, dan kemampuan melihat mereka bukan hanya dari kesalahannya, tetapi juga dari proses hidup yang sedang mereka jalani.

“Ngajar itu capek. Tapi di situ letak perjuangan seorang guru,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB