AI Membantu atau Membunuh Kecerdasan Seseorang?

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Seiring berkembangnya zaman, teknologi berkembang pesat. Di era modern ini banyak hal menjadi digital. Mulai dari uang, cara pembayaran, komunikasi, dan masih banyak hal lain yang menjadi serba digital saat ini.

Berkembangnya teknologi memiliki dampak yang positif bagi masyarakat tetapi tidak sedikit juga hal negatif yang ditimbulkan dari berkembangnya teknologi pada era saat ini. Jadi Sebenarnya AI membantu atau membunuh kecerdasan manusia?

Teknologi dibuat bertujuan untuk membantu serta memudahkan masyarakat, akan tetapi banyak dari masyarakat yang menyalahgunakan teknologi itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya pada penggunaan Artificial Intelligence (AI) ChatGPT, cukup banyak orang yang menggunakan AI ini untuk membantunya dalam menulis sesuatu namun masih banyak juga yang belum menghargai hak cipta seseorang dan juga originalitas pada sebuah tulisan yang merupakan ide dari sang penulis itu sendiri.

Baca Juga:  Saat Anak Sudah Bekerja, Apa yang Orang Tua Harapkan?

Banyak orang yang sadar akan hal itu namun masih tak acuh karena itu sangat memudahkan mereka namun merugikan bagi orang yang di duplikat tulisannya.

Menurut saya bukan salah pada teknologinya tetapi salah pada pola pikir masyarakatnya. Pada dasarnya manusia ingin dimudahkan segala urusannya, salah satunya adalah menggunakan AI ini.

Namun itu yang menjadikan manusia malas untuk berpikir karena ketergantungannya pada teknologi. Selain itu juga, mempengaruhi akan kreatifitasnya sendiri dan hanya berpatokan dari ide yang ditawarkan oleh teknologi atau AI itu sendiri.

Sering kali AI membantu manusia dalam melakukan penulisan, baik itu pada bidang professional ataupun pembelajaran.

AI memang sangat membantu manusia agar mempercepat selesainya pekerjaan dan efisiensi waktu, namun bagaimana perihal originalitasnya? Bagaimana ide dan kreatifitas masyarakatnya?

Baca Juga:  Sebanyak 38,6% Guru di Kabupaten Bogor Digaji Kurang dari Rp.500.000 per Bulan

Apa sekarang kecerdasan buatan ini dapat menggantikan seluruh aspek ataupun lini pekerjaan jika masyarakatnya hanya berpatok pada teknologi kecerdasan buatan ini atau bisa disebut AI.

Jika demikian untuk apa pendidikan setinggi mungkin jika hanya bergantung pada AI.

Lantas apa bedanya orang yang memiliki kreatifitas tinggi dengan yang tidak jika hanya berpatok pada AI.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat umum dengan kecerdasan, kreatifitas dan pengalamannya yang bisa melebihi AI itu sendiri. Kecerdasan seseorang tidak dapat disamakan atau diukur dari kecerdasan buatan.

Teknologi memang dibuat untuk memudahkan seseorang dalam melakukan sesuatu, tetapi harus bijak dalam menggunakannya. Jangan bergantung pada AI atau kecerdasan buatan apapun.

Baca Juga:  Benarkah Jus Bit Merah Mampu Meningkatkan Performa Olahraga? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bergantunglah pada kreatifitas sendiri, dan juga kecerdasan diri sendiri.

Dengan adanya kecerdasan buatan jangan menjadikan kita malas dalam melakukan sesuatu sendiri. Banyak hal yang dapat dijadikan ide atau gagasan dalam pekerjaan.

Kecerdasan manusia melampaui kecerdasan buatan. Jadi Sebenarnya AI membantu atau membunuh kecerdasan manusia?

Bijaklah dalam menggunakan teknologi, jangan pernah bergantung pada teknologi. Adakalanya teknologi dapat rusak ataupun error.

Jadikan teknologi apapun menjadi alat bantu kita dalam menyelesaikan sesuatu dan jangan menjadikannya sebagai jalan satu – satunya untuk menyelesaikan sesuatu.

Jadikan teknologi atau AI ini sebagai partner bukan malah diperbudak oleh AI atau kecerdasan buatan.

Pintar – pintar dalam menggunakan teknologi karena pada dasarnya teknologi diciptakan oleh sesama yaitu manusia.

Berita Terkait

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui
Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya
Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar
Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI
Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?
Manusia Pernah Ngebor Bumi sedalam 12 Km, Ini yang Ditemukan
1.076 Anak Tidak Sekolah Terdeteksi di Kota Bogor, Ini yang Diungkap Data JAPATI
Daun Kelor Bermanfaat untuk Redakan Stres Korban Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 11:29 WIB

Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI

Sabtu, 26 September 2026 - 17:36 WIB

Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB