Bu Nyai Hj. Fatmah Noor Salim: Perempuan Tangguh di Balik Lahirnya Ummul Quro Al-Islami

Di balik lahirnya Pesantren Ummul Quro ada sosok perempuan tangguh dialah Hj Fatmah Noor Salim, figur Kartini dari Leuwiliang Bogor

Prabu

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 16:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Binanews.id | Bogor–Membicarakan pesantren besar di wilayah Bogor Barat, Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PM UQI), tidak dapat dilepaskan dari sosok pendirinya, KH Helmi Abdul Mubin, Lc. Dengan kegigihan dan dedikasinya, beliau berhasil menjadikan PM UQI sebagai salah satu pesantren modern yang besar dan diperhitungkan di tanah Pajajaran.

Namun, keberhasilan tersebut sejatinya tidak berdiri sendiri. Di balik perjalanan panjang itu, terdapat sosok yang setia mendampingi dalam suka dan duka, yakni sang istri tercinta, Ibu Nyai Hj. Fatmah Noor Salim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahir di Malang pada tahun 1955, Bu Nyai Fatmah merupakan figur perempuan tangguh yang senantiasa mendampingi perjuangan KH Helmi Abdul Mubin sejak awal perintisan pesantren pada tahun 1993. Perjalanan yang mereka tempuh bukanlah hal yang mudah. Berangkat dari kondisi serba terbatas, dengan fasilitas sederhana dan jumlah santri yang masih sedikit, Bu Nyai Fatmah tetap berdiri teguh di sisi suaminya, memberikan dukungan lahir dan batin tanpa keraguan.

Baca Juga:  Nini, Pahlawan di Sebelah Rumah

Peran Bu Nyai Fatmah tidak hanya sebatas sebagai istri, tetapi juga sebagai mitra perjuangan yang aktif dalam berbagai aspek kehidupan pesantren. Ia mengemban banyak tanggung jawab, mulai dari mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak, membimbing santri, hingga mengelola kebutuhan dapur pesantren. Semua dijalani dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab. Ia dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah, selalu hadir di setiap lini perjuangan tanpa mengeluh, bahkan di tengah berbagai keterbatasan.

Baca Juga:  BPRS Amanah Ummah, Dari Pasar Tradisional Ekspansi ke Lembaga Pendidikan

Kesabaran menjadi salah satu kekuatan utama yang dimilikinya. Pada masa-masa awal merintis pesantren, berbagai ujian datang silih berganti—baik dari sisi ekonomi, keterbatasan fasilitas, maupun tantangan dalam membangun kepercayaan masyarakat. Namun, Bu Nyai Fatmah tetap tegar dan tidak goyah. Dengan keyakinan yang kuat serta keikhlasan dalam berjuang, ia mampu melewati setiap cobaan dengan hati lapang, menjadikan setiap kesulitan sebagai bagian dari proses menuju keberkahan.

Jika ditelaah lebih jauh, sosok Bu Nyai Fatmah memiliki semangat yang sejalan dengan perjuangan R.A. Kartini. Keduanya merepresentasikan perempuan yang tidak hanya kuat secara pribadi, tetapi juga memiliki peran besar dalam membawa perubahan di lingkungannya. Melalui kiprahnya di dunia pendidikan pesantren, Bu Nyai Fatmah turut berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak, sebagaimana Kartini yang memperjuangkan kemajuan perempuan melalui pendidikan. Ketangguhan, kesabaran, dan dedikasi menjadi benang merah yang menghubungkan keduanya.

Baca Juga:  Wapres ke-13 RI, KH Ma'ruf Amin: Pesantren adalah 'Pabrik' Orang Baik

Kini, ketika Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami telah berkembang pesat, jejak perjuangan Bu Nyai Fatmah tetap terasa kuat. Ia bukan hanya saksi sejarah, melainkan juga pelaku utama dalam perjalanan panjang tersebut. Sosoknya menjadi teladan bahwa keberhasilan besar kerap lahir dari ketekunan, kesabaran, dan pengorbanan yang dilakukan tanpa henti.[sf]

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB