Binanews.id | Bogor — Suasana sore yang hangat menjelang waktu magrib menyelimuti Saung Bambu DR2 Leuwisadeng, Bogor. Cahaya senja yang perlahan meredup berpadu dengan semilir angin pedesaan, menghadirkan nuansa tenang sekaligus akrab bagi para tamu yang hadir.
Di tempat sederhana bernuansa alam itu, lima orang guru dari Tamavitaya Mulnity School, Thailand, diajak menikmati hidangan khas Sunda yang sarat kehangatan: nasi liwet. Disajikan dalam kondisi hangat, hidangan tersebut dilengkapi beragam lauk menggugah selera, mulai dari ayam goreng, ikan asin, tempe dan tahu goreng, hingga goreng jengkol dan sambal yang menambah cita rasa.
Kepala rombongan guru Thailand, Acan Aslam bin Sulong, tak menyembunyikan kekagumannya. Ia mengaku sangat terkesan dengan sajian yang mereka nikmati. “Nasi liwet sangat enak, rasanya khas dan membuat kami ingin mencobanya lagi,” ujarnya dengan penuh semangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih dari sekadar mencicipi kuliner, momen tersebut menjadi ruang keakraban yang mengalir alami. Canda ringan dan obrolan hangat terjalin antara para guru Thailand dengan guru-guru dari Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami yang menyambut mereka dengan penuh keramahan. Suasana kekeluargaan terasa begitu kuat, seolah tidak ada sekat bahasa maupun budaya.
Kunjungan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu. Mereka tidak hanya menikmati kelezatan masakan khas Indonesia, tetapi juga merasakan langsung hangatnya sambutan dan nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Di balik sepiring nasi liwet, tersimpan cerita tentang persahabatan lintas negara yang terjalin sederhana namun bermakna. Sebuah pengalaman yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghangatkan hati.[]









