Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Kesejahteraan dan Perlindungan (Kesharlindung) bagi 1.189 guru PAUD serta pemberian beasiswa pendidikan kepada 60 guru untuk melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, saat membuka Rapat Koordinasi Pendidikan Anak Usia Dini (Rakor PAUD) Kota Bogor Tahun 2026 di Hotel Rizen Pajajaran, Kota Bogor.

Selain meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi tenaga pendidik, Pemkot Bogor juga menerima bantuan dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi 34 bangunan sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 bangunan merupakan taman kanak-kanak (TK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Herry Karnadi menegaskan, Pemkot Bogor juga berkomitmen memperkuat pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.

Menurutnya, pendidikan PAUD memiliki peran penting dalam menyukseskan program tersebut, terutama dalam mempersiapkan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

“Kami berkomitmen untuk menyosialisasikan dan menegaskan kembali program wajib belajar 13 tahun yang satu tahun di antaranya adalah pendidikan prasekolah, di mana PAUD sangat berperan untuk menyukseskan program wajar,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Bogor Perkuat Arsip Digital, 13 Ribu Data Terintegrasi Nasional

Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkualitas

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, menyampaikan apresiasi kepada para guru dan komite PAUD yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai, kehadiran para pemangku kepentingan dalam Rakor PAUD merupakan bentuk komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan dan kebutuhan anak dalam proses pendidikan.

Menurut Yantie, program wajib belajar 13 tahun dengan satu tahun pendidikan prasekolah menjadi langkah penting pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan anak sejak usia dini.

Karena itu, PAUD tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai pilihan, melainkan bagian penting dari perjalanan pendidikan anak yang perlu didukung dengan layanan berkualitas.

“Pilihlah PAUD yang berkualitas, yaitu PAUD yang membuat anak senang, bahagia, berani, mandiri, dan senang belajar, bukan hanya mengedepankan akademis,” kata Yantie Rachim.

Ia menegaskan, kesiapan anak untuk bersosialisasi, mendengarkan, bertanya, hidup bermasyarakat, serta mencintai sekolah merupakan hal yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Baca Juga:  Dedie Rachim Raih Penghargaan Kemendagri Bidang Lingkungan

Oleh karena itu, proses transisi dari PAUD menuju jenjang pendidikan berikutnya perlu mendapat perhatian bersama dari pihak sekolah, orang tua, dan para pendidik.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar anak dapat menjalani hari pertama sekolah dengan perasaan senang, nyaman, dan percaya diri, bukan justru merasa takut.

Peran Orang Tua dan Komite PAUD di Era Digital

Yantie juga menyoroti pentingnya peran komite PAUD sebagai jembatan komunikasi antara keluarga dan sekolah. Menurutnya, sinergi antara orang tua, pendidik, dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak tanpa tertinggal ataupun putus sekolah.

Ia mengingatkan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode penting yang tidak dapat diulang. Karena itu, pengasuhan anak perlu dilakukan dengan penuh perhatian, kasih sayang, dan pemahaman terhadap kebutuhan tumbuh kembang mereka.

“Ingatlah anak kita hanya satu kali menjadi anak kecil, tidak ada kesempatan kedua untuk mengulang masa emas mereka. Mari kita temani dan jaga sebaik-baiknya anak kita dengan hati, bukan sekadar dengan tuntutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedie Rachim dan DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

Dalam kesempatan tersebut, Yantie juga menekankan pentingnya pengasuhan anak usia dini di tengah perkembangan era digital.

Menurutnya, orang tua perlu memahami bahwa hal-hal yang dianggap sederhana oleh orang dewasa dapat memiliki arti besar bagi anak. Oleh sebab itu, pendampingan dan perhatian orang tua sangat dibutuhkan dalam setiap tahap perkembangan anak.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membatasi waktu penggunaan gawai pada anak usia dini sesuai dengan anjuran ahli kesehatan anak. Pembatasan tersebut perlu disertai pendampingan orang tua agar penggunaan perangkat digital tetap sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

Yantie berharap Rakor PAUD Kota Bogor Tahun 2026 tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.

“Semoga rakor kali ini membawa manfaat dan menghasilkan langkah nyata bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir
Perkuat Kolaborasi, TP PKK Kota Makassar Lakukan Studi Tiru Ke Kota Bogor

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB