Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Bisyral

- Redaksi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bandung- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyosialisasikan terobosan pendidikan terbaru bernama Program Jabar Sakola (PJS). Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan masyarakat dan menekan angka putus sekolah di Jawa Barat melalui serangkaian skema bantuan pendidikan yang komprehensif. Sosialisasi ini digelar di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar serta perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I-XIII.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim menyampaikan, Program Jabar Sakola merupakan transformasi dari program beasiswa pendidikan sebelumnya. Untuk memastikan bantuan ini benar-benar tepat sasaran, Disdik Jabar telah memadankan data penerima secara presisi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tidak terjadi duplikasi dengan bantuan dari pemerintah pusat seperti PIP atau PKH.

Baca Juga:  Indonesia akan Gelar Konferensi Imam Besar Dunia, Apa Saja yang Dibicarakan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan menegaskan komitmen Disdik Jabar dalam menjaga ketepatan sasaran dari program ini. Ia menginstruksikan seluruh jajaran di 13 KCD untuk bekerja keras melakukan verifikasi faktual di lapangan.

“Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya,” tegasnya.

Implementasi kebijakan Program Jabar Sakola ini terbagi dalam empat skema bantuan utama yang disiapkan bagi para siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB yang saat ini tengah menempuh pendidikan. Keempat skema tersebut meliputi:

Baca Juga:  KKM UIB 2026 di Pamijahan, Perkuat Pendidikan Desa dan Ketahanan Pangan

1. PJS Personal

Bantuan pendanaan yang ditujukan bagi siswa dari keluarga rentan (Desil 1) yang tidak menerima PKH/PIP. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan personal siswa guna mencegah risiko putus sekolah, seperti untuk pembelian seragam, buku hingga ongkos transportasi harian.

2. PJS Operasional

Bantuan keringanan beban pembayaran SPP per tahun bagi siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang masuk dalam kategori rentan (Desil 1 dan 2). Istimewanya, khusus untuk jenjang SLB swasta, seluruh siswa akan mendapatkan fasilitas bantuan ini tanpa melihat kriteria desil ekonomi.

3. PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)

Baca Juga:  Ribuan Motor Listrik Milik BGN Terbengkalai di Sentul Bogor

Bantuan pembiayaan mencakup pemenuhan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) serta subsidi SPP bulanan. Program ini ditujukan bagi siswa yang bersekolah di SMA/SMK swasta yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Pemprov Jabar sejak masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

4. PJS Mitra Industri

Merupakan program beasiswa pendidikan penuh yang memberikan kesempatan bagi siswa terpilih untuk bersekolah di kawasan SMK Mitra Industri di Bekasi. Siswa akan dibiayai penuh selama tiga tahun hingga lulus dan disiapkan agar siap diserap oleh dunia kerja.

Melalui hadirnya Program Jabar Sakola, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tidak ada lagi anak yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya, sekaligus mewujudkan pemerataan pendidikan demi terciptanya generasi Jabar istimewa.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB