Binanews.id | Bogor–Keberanian mencoba hal baru membawa Hanifah Shabirah Zarin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Bogor angkatan 2024, menemukan potensi dirinya di luar ruang perkuliahan. Berawal dari mengikuti kegiatan kampus, Hanifah kemudian terjun ke dunia public speaking, modelling, hingga berhasil meraih Runner Up 1 Putera Puteri Budaya Banten 2026.
Hanifah lahir di Jakarta, 12 Desember 2006. Ayahnya merupakan pengusaha laundry di Tangerang dan ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Karangtengah 07 Barata, kemudian melanjutkan pendidikan di MTs dan MA Pondok Pesantren Modern Ummul Quro al Islami Bogor. Di Pesantren Ummul Quro inilah Hanifah mulai berkecimpung dalam berbagai macam kegiatan keorganisasian.
“Waktu di Pesantren, saya berkecimpung diberbagai macam kegiatan organisasi Pesantren.”
Kerapkali Hanifah aktif mengikuti berbagai kegiatan. Ia pernah menjadi anggota paduan suara, fashion show, kepanitiaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) hingga kegiatan kreatif seperti daur ulang sampah yang disulap menjadi baju pada ajang Fashion Show. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal awal yang kemudian membentuk keberaniannya tampil di depan publik.
“Di Pesantren, saya terlibat di anggota paduan suara, fashion show, dan daur ulang sampah menjadi baju untuk ajang fashion show.”
Universitas Islam Bogor dan Penemuan Jati Diri
Setelah lulus dari Pesantren Modern Ummul Quro al Islami Bogor, Hanifah melanjutkan studinya di Universitas Islam Bogor Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Hanifah mengaku memilih PGMI pada awalnya karena mengikuti arahan orang tua. Hanifah merasa hidup pada zona nyaman, hingga akhirnya ia bertemu dengan salah satu temannya dan mengajaknya untuk ikut di Duta Kampus.
“Waktu awal masuk, saya sebetulnya merasa ada di zona nyaman, terus ada teman satu angkatan mengajak saya ikut ikut duta kampus, awalnya gak percaya diri karena pubclic speaking saya masih jelek, tapi saya beranikan diri dan alhamdulillah bisa, saya belajar public speaking, personal branding, dan lain-lain.”
Ia kemudian aktif sebagai Duta Kampus dan terlibat pada kegiatan-kegiatan duta seperti promosi kampus ke sejumlah sekolah, kegiatan Simposium, Seminar, tim penyambutan tamu kampus, dan lain sebagainya. Hanifah juga bergabung dalam divisi media dan public relations .
“Di duta banyak belajar dan ikut membantu promosi kampus ke sekolah-sekolah. Saya juga ikut menyambut kalau kampus ada tamu, ikut kegiatan simposium, seminar, dll.”
Menantang Diri dan Menjadi Juara
Setelah menjadi duta kampus, Hanifah merasa stuck. Hal ini mendorongnya mengikuti berbagai kegiatan di luar kampus. Salah satunya adalah lomba batik fashion show yang diadakan oleh Hawa Modelling Class. Dari kegiatan tersebut, Hanifah berhasil meraih juara pertama sekaligus memperoleh golden ticket untuk mengikuti ajang Putera Puteri Budaya Banten 2026.
“Saya sebenarnya tidak ingin mengikuti duta-duta lagi karena sudah merasa nyaman di kampus. Tapi ada rasa penasaran juga kalau ikut kegiatan duta di luar (kampus), akhirnya saya ikut batik fashion show, kemudian saya menang, lalu dapat golden ticket untuk ikut Putera Puteri Budaya Banten, saya berpikir ini bisa menjadi wadah untuk mengembangkan diri.” katanya.
Memperoleh Juara Runner Up 1
Ajang Putera Puteri Budaya Banten 2026 diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Hanifah kemudian mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari wawancara mengenai pengetahuan budaya hingga masuk dalam 30 besar. Hanifah awalnya merasa ragu karena kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai macam perguruan tinggi, misalnya UNTIRTA, UMT, dan IPB University tetapi dengan modal yakin dan kerja keras, Hanifah percaya dia bisa memberikan yang terbaik.
“Ajang Putera Puteri Budaya Banten itu diikuti sekitar 60 peserta dan tingkat provinsi. Awalnya ragu bakal bisa menang karena melihat kompetitornya luar biasa, ada yang dari UNTIRTA misalnya, UMT, dan IPB University, tapi bismillah, saya mau coba kasih yang berbaik.”
Kompetisi Putera dan Puteri Budaya Banten ini menantang dirinya untuk mempelajari mengenai budaya. tes ini pun tidak lepas dari wawancara mendalam mengenai wawasan kebudayaan. Selama kegiatan ini, Hanifah mengaku di karantina selama tiga hari dan mendapatkan pembekalan mengenai basic catwalk, dan public speaking di kawasan Iro Polis Tangerang Banten.
“Tes ini menantang saya, terutama penguasaan mengenai wawasan budaya. Tesnya itu salah satunya di wawancara mendalam tentang budaya, terus kami ada karantina selama tiga hari, selama karantina diberikan pembekalan mengenai basic catwalk dan public speaking di Iro Polis Tangerang.”
Ketika sampai pada pengumuan juara, Hanifah tidak menyangka dia masuk pada posisi tiga besar. Hanifah pun berhasil menjadi finalis dan menjadi Runnger Up 1 Putera Puteri Budaya Banten 2026.
“Ketika pengumuman juara, saya sebenarnya tidak menyangka. Saya cukup yakin bisa masuk Top 6, tetapi kalau masuk Top 3 saya kurang percaya diri. Ternyata saya bisa menjadi Runner Up 1,” tuturnya.
Bagi Hanifah, pengalaman tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Ia melihat proses tersebut sebagai kesempatan untuk terus belajar, meningkatkan kepercayaan diri, memperluas jaringan, sekaligus mengenali kemampuan yang sebelumnya belum ia sadari.
Tantangan Anak Muda dan Pesan Hanifah
Menurut Hanifah , salah satu tantangan yang dihadapi anak muda saat ini adalah rasa insecure yang muncul akibat penggunaan media sosial. Ketika melihat berbagai pencapaian orang lain di media sosial, sebagian anak muda justru membandingkan dirinya dan menjadi takut untuk mencoba sesuatu yang baru.
“Karena kita aktif di media sosial dan isinya pencapaian orang lain, kita kadang menjadi insecure untuk mencoba. Akhirnya tidak mau keluar dari zona nyaman, tidak mau mengeksplorasi diri, dan akhirnya stuck, karena kita sudah takut duluan” ujarnya.
Hanifah pun mengajak generasi muda untuk tidak menjadikan rasa takut sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Menurutnya, keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.
“Belajar, coba hal baru, jangan pernah takut mencoba. Karena siapa tahu dengan cara mencoba kita menemukan hal-hal luar biasa dan tidak diduga-duga, dan itu bisa membuka jalan kita ke masa depan nanti,” pesan Hanifah.[]
Editor : Fathurroji









