Binanews.id | Bogor–Rani Fatimatun Nisa tidak pernah menyangka bahwa mesin jahit peninggalan orang tuanya akan membawanya sejauh ini. Gadis 20 tahun asal Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, kini dikenal sebagai pengusaha busana berbahan Tenun Troso yang berhasil menembus pasar hingga ke Malaysia.
Bermula dari hobi menggambar dan keterampilan menjahit yang ia peroleh selama tiga tahun di SMK Negeri 1 Kalinyamatan, Rani memulai usaha fesyen setelah lulus. Ia melihat kain Tenun Troso memiliki potensi besar untuk dikembangkan bukan hanya sebagai lembaran kain, tetapi menjadi berbagai produk busana modern.
“Gak ada salahnya mencoba kan,” ujarnya tentang langkah awalnya yang terbilang nekat. Dengan modal mesin jahit peninggalan orang tua dan kain yang dibeli dari saudaranya, Rani mulai mengolah Tenun Troso menjadi kemeja, long dress, mini dress, pakaian santai, hingga busana keluarga dan anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Brand miliknya, Luxeware Boutique, mulai dikenal luas sekitar pertengahan 2024. Karyanya tidak hanya dipasarkan di Jepara, tetapi telah menjangkau Medan, Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Malaysia.
Perjalanan Rani tidak selalu mulus. Di tahun pertama usahanya, ia beberapa kali menghadapi pengalaman pahit. Pernah ia mengirim pesanan beberapa potong pakaian dengan sistem Cash on Delivery, tetapi pembeli mengaku tidak pernah memesan dan menolak membayar. Barang yang dikirim kembali justru berupa tumpukan sampah.
Pengalaman lebih berat terjadi ketika ia menerima pesanan 50 potong pakaian tanpa uang muka senilai belasan juta. Rani meminjam modal dan memproduksi semua pesanan. Setelah dikirim, pembeli membatalkan dan tidak membayar. “Motifnya sama, kan gak gampang jualnya kembali,” katanya.
Meski hampir menyerah, Rani memilih terus bertahan. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi, Pendidikan, dan Hukum Universitas Muhammadiyah Kudus, ia tetap mengembangkan bisnisnya. Ia memilih kuliah akuntansi agar memiliki bekal pengetahuan bisnis yang mendukung usaha fesyennya.
Prestasi Rani mendapat pengakuan. Ia berhasil meraih gelar Juara Favorit Duta Genre Putri Kabupaten Jepara 2026. Menariknya, saat tampil dalam ajang itu ia mengenakan long dress rancangan dan buatannya sendiri. Kegagalan pada ajang yang sama di 2024 tidak menyurutkan langkahnya. “Saya nggak menyangka bisa jadi juara karena awalnya hanya ingin mencoba,” ujarnya.
Saat ini, di samping menjalani perkuliahan semester lima, Rani mulai mempelajari hal-hal terkait ekspor sebagai persiapan membawa Luxeware Boutique menembus pasar mancanegara. Ia juga ingin mengembangkan public speaking dan berencana aktif terlibat dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Jepara.
Editor : Fathurroji









