Binanews.id | Sukabumi. Setelah hampir 5 bulan dilanda kemarau panjang, wilayah Kabupaten Sukabumi akhirnya diguyur hujan lebat Kamis malam, 10 September 2026. Hujan dengan intensitas sedang mulai turun sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung Kamis malam. Suara rintik air hujan di atap genteng dan dedaunan menjadi pemandangan yang sudah lama dirindukan warga sukabumi.
“Alhamdulillah, akhirnya hujan. Debu di jalanan sudah tebal banget dan mengganggu pernafasan. Sumur di beberapa rumah warga sebagian sudah kering,” ujar Ibu Arham warga Cisaat, Jumat pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sukabumi mencatat curah hujan dengan intensitas sedang terjadi di wilayah Cikidang dan Pelabuhan Ratu dengan kisaran 30-45 mm.
Dikutip dari laman resmi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kepala BPBD mengatakan hujan ini cukup membantu menurunkan tingkat bahaya debu yang mengganggu polusi udara dan mengurangi dampak kekeringan lahan. Namun ia mengimbau warga tetap waspada potensi bencana lainnya. “Hujan diminggu pertama setelah kemarau panjang rawan bisa menimbulkan banjir dan longsor, terutama di daerah perbukitan. Kondisi tanah yang masih kering menjadi penyebab air belum bisa langsung meresap,” jelasnya.
Para petani dan peternak ikan di wilayah Sukabumi menyambut bahagia turunnya hujan ini. Mereka merasa bersyukur dapat mengolah kembali sawah, kebun, dan kolam perikanan untuk masa tanam dan sebar benih yang sempat tertunda karena kekurangan dan ketiadaan sumber air.
Meski membawa harapan baru akan terjadinya perubahan cuaca menuju musim hujan, BMKG masih memprediksi pola hujan yang turun belum stabil dalam beberapa hari ke depan. Intensitas hujan masih akan turun secara tidak merata dan diselingi cuaca panas. Warga berharap perubahan cuaca menuju musim hujan segera tiba secara merata agar krisis air bersih, kekeringan sumber air sumur dilingkungan warga, serta gagal panen yang terjadi beberapa bulan terakhir bisa segera teratasi. (Ted)









