Binanews.id | Bogor–Shilva Zohra, siswi kelas XII SMA Unggul Cut Nyak Dhien Langsa, baru saja mendapatkan surat yang mengubah hidupnya. Letter of Acceptance dari Hefei Normal University, Tiongkok, lengkap dengan beasiswa penuh.
Gadis kelahiran 10 April 2008 ini tinggal di Julok Tunong, Kuta Binjei, Kabupaten Aceh Timur. Sebuah desa di Kecamatan Julok yang jarang disebut dalam berita nasional. Namun dari desa itulah ia mempersiapkan segalanya sendiri.
Ia mengikuti seluruh proses seleksi dan pengajuan beasiswa secara mandiri. Tanpa bimbingan dari agen atau konsultan pendidikan. Tanpa jalur khusus. Ia mencari informasi, menyusun berkas, menulis esai, dan menghadapi wawancara dengan persiapan yang ia bangun sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Zahara, ibunda Shilva, mengaku bersyukur dan terharu. “Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan perjuangan Shilva Zohra, selama mengikuti proses untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke Tiongkok,” katanya.
Hefei Normal University adalah universitas negeri di Kota Hefei, Provinsi Anhui. Shilva diterima dalam program Predegree 1+4 untuk tahun akademik 2026/2027. Program ini terdiri dari satu tahun persiapan termasuk pembelajaran bahasa Mandarin intensif, lalu dilanjutkan empat tahun pendidikan strata satu.
Kepala SMA Unggul Cut Nyak Dhien Langsa, Muhammad Rizky, menyebut Shilva sebagai alumni pertama sekolahnya yang berhasil meraih target studi ke luar negeri. “Ini menjadi pemantik semangat bagi adik-adik kelasnya,” ujarnya.
Menurut Rizky, keberhasilan Shilva tidak lepas dari penguatan kemampuan bahasa asing di sekolah. SMA Unggul Cut Nyak Dhien menerapkan program bilingual menyeluruh, kelas TOEFL, pelatihan penulisan esai, hingga kegiatan intensif seperti English Day dan Mahkamah Bahasa.
Shilva mengakui hal itu. “Selama tiga tahun dilatih menggunakan Bahasa Inggris secara aktif membuat saya merasa jauh lebih siap dan lancar saat menghadapi sesi wawancara beasiswa internasional,” katanya.
Setelah mendapatkan LoA dan beasiswa penuh, ia juga mendapat pemanggilan dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta. Langkah menuju Tiongkok semakin dekat.
Namun ibunda Shilva mengingatkan bahwa perjalanan putrinya masih panjang. “Meski telah mendapatkan beasiswa penuh, perjalanan Shilva untuk memulai pendidikan di luar negeri masih membutuhkan berbagai persiapan,” kata Zahara. Ia berharap ada dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak agar proses pendidikan putrinya berjalan lancar.
Camat Julok, Muhammad, menyampaikan apresiasi. “Kami bangga dan mengapresiasi pencapaian ananda Shilva Zohra. Ini menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya di Kecamatan Julok untuk terus belajar, berani bermimpi besar dan tidak pernah menyerah untuk mengejar cita-cita,” katanya. “Karena anak desa juga mampu menembus dunia internasional.”
Editor : Fathurroji









