Sekolah Nasional Terintegrasi Layani Kebutuhan Murid Bertalenta

Bisyral

- Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendirikan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) karena di sekolah umum yang sudah berjalan selama ini, peserta didik dengan berbagai latar belakang ekonomi serta kemampuan intelektual dan fisik belajar bersama dalam lingkungan sekolah inklusif dan heterogen.

Kondisi tersebut membuat anak-anak dengan kemampuan tinggi tidak selalu dapat berkembang secara maksimal karena guru perlu menyesuaikan ritme pembelajaran dengan kondisi kelas yang heterogen.

“SNT ini mengisi ruang kosong yang belum mampu disediakan oleh sekolah-sekolah standar yang ada selama ini. Kedua, SNT menyediakan sekolah bermutu secara lebih merata karena setiap kabupaten ada sekolah unggul. Nanti ke depan sekolah ini akan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain menyangkut mutu, sistem pembelajaran, dan lain-lain.”

Baca Juga:  Rakyat Dibuat Sulit! Stok Pertalite dan Pertamax di SPBU Bojonggede Langka

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, di Jakarta, 31 Agustus 2026

Dikatakan Abdul Muti, SNT memberikan layanan pendidikan yang unggul bagi murid yang memiliki kemampuan dan bakat istimewa, baik dalam bidang akademik maupun olahraga, seni, atau bidang keunggulan lainnya.

Dikutip dari https://snt.kemendikdasmen.go.id/, SNT memiliki tiga pilar, yakni Pembelajaran yang berkesinambungan, yakni pembelajaran mulai dari kelas VII sampai kelas XII dilakukan sebagai siklus yang berkesinambungan, bukan jenjang terpisah.

Pilar kedua adalah mutu yang merata, yang artinya murid yang bertalenta diberi akses dan dukungan bermutu walaupun berada dalam lingkungan yang heterogeny atau inklusif.

Baca Juga:  Biodiversitas Indonesia Jadi Laboratorium Pendidikan STEM, Belajar Sains Tak Harus Mahal

Sedangkan pilar ketiga adalah dampak terhadap lingkungan sekitar yang artinya SNT menjadi hub mutu, talenta, praktik baik, dan sumber daya untuk sekolah sekitar.

Salah satu konsep SNT adalah ekosistem yang dibangun mencakup sekolah, guru, keluarga, daerah, mitra dan jejaring.

Pada tahun 2026 ini, sebanyak 17 SNT mulai dibuka di sejumlah provinsi dan kabupaten di Indonesia. Untuk sementara, proses pembelajaran dilaksanakan di sekolah transit karena sekolah yang direncanakan dibangun di lahan seluas 10 hingga 20 hektare tersebut masih dalam proses pembangunan.

Pembangunannya ditargetkan mulai pada akhir tahun ini.

Pada 6 Agustus lalu, saat melantik 17 kepala sekolah SNT,Abdul Mu’ti, menegaskan, SNT merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih sesuai dengan karakteristik peserta didik berbakat sehingga mereka dapat berkembang secara optimal.

Baca Juga:  Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Menurut Abdul Muti, SNT dibangun bukan untuk menciptakan eksklusivitas dalam pendidikan, melainkan memberikan ruang belajar yang sesuai dengan kemampuan peserta didik sekaligus menjadi sekolah rujukan yang mampu menghadirkan praktik-praktik terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dikatakan Abdul Muti, Kepala Sekolah SNT memiliki peran sentral dalam menentukan keberhasilan Program SNT melalui kepemimpinan yang berintegritas, visioner, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.

“Kepala sekolah diharapkan mampu membangun budaya belajar yang berkualitas, inklusif, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berpihak kepada murid, “ ucap Abdul Muti.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB