Football Coming Home dan Kutukan Harry Kane, Dua Cerita Menunggu Tamat di Amerika

Ahmad Thursina Roja

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Ada satu lagu yang selalu kembali setiap Inggris melangkah jauh di turnamen besar. Three Lions, lagu tahun 1996 itu, berisi keluhan panjang tentang tiga puluh tahun luka sejak trofi Piala Dunia 1966, dirangkum dalam satu kalimat penuh harap, football’s coming home. Tiga puluh tahun yang diratapi lagu itu kini sudah menjadi enam puluh. Dan di Amerika, nyanyian itu berkumandang lagi.

Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia 2-1 lewat perpanjangan waktu di Miami Gardens, Sabtu (11/7/2026). Dua gol Jude Bellingham mengakhiri dongeng Erling Haaland dan kawan-kawan, yang sempat berharap pada gol Torbjorn Heggem sebelum dianulir VAR. Ini baru semifinal keempat Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia. Argentina menunggu di Atlanta pada Rabu (15/7/2026).

Perjalanan ke empat besar itu jauh dari mulus, dan di setiap tikungannya berdiri satu orang yang sama. Harry Kane menyundul gawang Panama di fase grup dan menjadikan dirinya pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia. Ketika Inggris tertinggal dari DR Congo di babak 32 besar dan bayangan kegagalan memalukan mulai merayap, Kane mencetak dua gol dalam lima belas menit terakhir, menyelamatkan timnya sekaligus melewati Pele dalam daftar pencetak gol sepanjang masa turnamen ini. Meksiko yang berstatus tuan rumah kemudian ikut disingkirkan di babak 16 besar.

Baca Juga:  Tips dari Polri, 7 Cara Hindari Begal dan Kejahatan Jalanan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Kane, turnamen ini datang di puncak hidupnya. Musim lalu ia mencetak 61 gol untuk Bayern Munchen, angka yang membuatnya percaya diri menyebut namanya layak diperhitungkan di bursa Ballon d’Or seandainya Inggris juara dunia. Pelatih Thomas Tuchel menyebut Kane, bersama Messi, Mbappe, dan Haaland, sebagai hiu-hiu yang mencium bau darah di turnamen ini.

Namun justru karena semuanya tampak sempurna, publik Inggris menahan napas. Mereka terlalu hafal cerita ini. Sebab hampir sepanjang kariernya, Kane hidup berdampingan dengan satu ejekan yang menempel seperti bayangan, kutukan tanpa trofi.

Bertahun-tahun di Tottenham Hotspur, ia mencetak ratusan gol tanpa sekali pun mengangkat piala. Final Liga Champions 2019 berakhir kekalahan. Dua final Piala Liga lepas dari genggaman. Bersama Inggris, luka itu berlipat. Ia memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia 2018, tetapi timnya kandas di semifinal. Ia mengantar Inggris ke final Euro 2020 di Wembley, rumah mereka sendiri, dan kalah adu penalti dari Italia. Tiga tahun kemudian di Berlin, final Euro 2024 kembali berakhir tanpa trofi setelah Spanyol menang.

Baca Juga:  Emas Pertama Datang dari Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

Kepindahannya ke Bayern pada 2023 seharusnya menjadi jalan pintas keluar dari kutukan. Bayern adalah mesin trofi yang nyaris selalu juara liga. Yang terjadi sebaliknya, musim pertama Kane di Munchen menjadi musim pertama Bayern tanpa gelar dalam lebih dari satu dekade. Dunia menertawakannya. Kutukan Kane resmi menjadi lelucon global, seolah ke mana pun ia pergi, trofi akan lari menjauh.

Kutukan itu baru pecah pada 2025 ketika Bayern menjuarai Bundesliga dan Kane, di usia 31, akhirnya mengangkat trofi pertama dalam hidupnya. Air matanya malam itu menjelaskan segalanya. Tetapi semua orang tahu, termasuk Kane sendiri, satu gelar liga bukan akhir ceritanya. Ada satu trofi yang sejak kecil ia janjikan pada dirinya, dan trofi itu kini berjarak dua kemenangan.

Sejarah menyimpan satu ironi manis di tengah semua ini. Trofi 1966 direbut Inggris dengan mengalahkan Jerman Barat di final Wembley. Enam puluh tahun kemudian, yang berdiri di pinggir lapangan menuntun mereka kembali ke ambang kejayaan justru seorang Jerman. Tuchel bahkan tidak sedang bermanis-manis, usai menang atas Norwegia ia mengkritik habis permainan timnya sendiri, dan Kane yang maju membelanya di depan media, menyebut sang pelatih hanya sedang memaksa keluar kemampuan terbaik mereka.

Baca Juga:  KKM 22 UIB Bantu Promosi UMKM Desa Leuweungkolot

Rabu nanti di Atlanta, dua narasi besar akan bertabrakan. Messi dan Argentina datang membawa kisah perpisahan sang juara bertahan. Inggris datang membawa enam dekade kerinduan dan seorang kapten yang sudah terlalu lama menunggu. Salah satunya harus patah.

Publik Inggris pernah dikecewakan begitu sering hingga lagu kebanggaan mereka sendiri terdengar seperti sindiran. Tetapi setiap musim panas mereka tetap menyanyikannya, dan tahun ini nyanyian itu terdengar sedikit berbeda. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, football coming home bukan lagi lelucon untuk menertawakan diri sendiri. Bersama Kane yang sudah tahu rasanya mematahkan satu kutukan, Inggris berani berharap kutukan yang lebih besar ikut tumbang di Amerika.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Kota Bogor Bidik 100 Medali Emas di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti
Indonesia Vs Bangladesh: Garuda Menang 9-2, Lolos Ke Final FIFA ASEAN Cup
Emas Pertama Datang dari Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026
NPCI Kabupaten Bogor Bidik 26 Emas di Pekan Paralimpik Daerah
Tiga Jogging Track Lari Pagi, Olahraga Favorit di Kota Bogor
Pada Piala AFF 2026 : Timnas Indonesia Gagal Ke Semifinal
Lawan Singapura, Mitchell Baker: Peluang Timnas ke Semifinal Piala AFF 2026 Masih Terbuka

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Kota Bogor Bidik 100 Medali Emas di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Indonesia Vs Bangladesh: Garuda Menang 9-2, Lolos Ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 25 September 2026 - 16:32 WIB

Emas Pertama Datang dari Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 22 September 2026 - 20:03 WIB

NPCI Kabupaten Bogor Bidik 26 Emas di Pekan Paralimpik Daerah

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB