Binanews.id | Bogor — National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor mematangkan persiapan atlet menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026 di Bandung. Sejumlah cabang olahraga meningkatkan intensitas latihan dan mengikuti try out untuk mengukur kesiapan sebelum kompetisi.
Pada cabang olahraga para tenis meja, NPCI Kabupaten Bogor menyiapkan 24 atlet yang terdiri dari 21 atlet daksa dan tiga atlet tunanetra.
Pelatih Kepala Para Tenis Meja NPCI Kabupaten Bogor, Budi Wahyono, mengatakan para atlet menjalani latihan rutin setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB.
“Target kami di cabang olahraga para tenis meja adalah menjadi juara umum, dengan target meraih 12 medali emas pada ajang Peparda ini,” ujar Budi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Budi, latihan intensif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di Peparda 2026.
Dukungan fasilitas juga menjadi bagian dari persiapan. NPCI Kabupaten Bogor mendapat tempat latihan di Stadion Pakansari dengan fasilitas enam meja, selain dukungan berupa peralatan, pakaian, dan perlengkapan lainnya.
Budi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap persiapan atlet NPCI.
Salah satu atlet para tenis meja NPCI Kabupaten Bogor, Aprilia, mengatakan persiapan menuju Peparda dilakukan secara intensif sejak September hingga November.
Latihan berlangsung setiap Senin sampai Jumat sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan.
“Persiapan kita dari bulan September sampai November, kita full latihan dari hari Senin sampai hari Jumat. Target saya, bismillah, dua emas di event tahun ini,” kata Aprilia.
Persiapan juga dilakukan NPCI Kabupaten Bogor melalui cabang olahraga catur. Manajer Catur NPCI Kabupaten Bogor, Agus Priyanto, mengatakan sebanyak 14 atlet disiapkan untuk berlaga di Peparda 2026.
Sebelum memasuki persiapan akhir, tim catur mengikuti try out di Bandung melalui ajang Piala Panglima pada 20 September 2026.
Agus mengatakan hasil try out tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim sekaligus bagian dari persiapan menghadapi Peparda yang akan berlangsung di kota yang sama.
“Alhamdulillah, prestasi yang kami raih cukup memuaskan. Namun, ini bukan menjadi kebanggaan bagi kami karena ajang tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju Peparda yang juga akan dilaksanakan di Bandung,” jelasnya.
Para atlet catur menjalani latihan setiap Senin hingga Sabtu. Intensitas latihan ditingkatkan untuk menghadapi persaingan yang diperkirakan cukup ketat, terutama dari atlet Kota Bandung dan Majalengka.
“Fokus utama kami adalah berlatih. Berlatih dan terus berlatih. Karena sehebat apa pun seorang atlet, tanpa latihan saya rasa tidak akan bisa meraih juara dalam sebuah event seperti Peparda,” kata Agus.
Cabang olahraga catur ditargetkan meraih 14 medali emas. Agus menyebut target tersebut menjadi acuan sekaligus motivasi bagi atlet dan pelatih untuk meningkatkan kemampuan.
“Alhamdulillah, kami diberikan target 14 medali emas. Target ini memang sangat berat, tetapi menjadi acuan sekaligus cambuk bagi kami untuk berusaha meraih medali tersebut,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Bupati Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk kepada Ketua NPCI Kabupaten Bogor beserta jajaran pengurus.
Ia berharap perhatian terhadap atlet NPCI terus diperkuat, khususnya dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan.
“Harapan kami, para atlet NPCI mendapatkan perhatian khusus, terutama dari sisi kesehatan dan kesejahteraan. Itu yang sangat kami harapkan ke depannya,” pungkas Agus.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, para atlet NPCI Kabupaten Bogor kini memasuki tahapan penting menuju Peparda 2026. Latihan rutin, evaluasi melalui try out, serta dukungan fasilitas menjadi bagian dari upaya mereka mengejar target yang telah ditetapkan.
Editor : Fathurroji









