Tragedi Sampang, Alarm bagi Pendidikan Akhlak

Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi (Ketua MUI Bidang Pesantren)

Irwan Maulana

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 14:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Peristiwa dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di Sampang yang melibatkan banyak pelaku, sebagian besar masih berusia remaja, merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Kita menyampaikan empati yang mendalam kepada korban dan keluarganya serta mendukung penegakan hukum yang tegas, adil, dan berpihak kepada korban.

Namun, peristiwa ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kasus pidana. Ia adalah alarm bahwa kita sedang menghadapi krisis akhlak yang memerlukan perhatian serius dari keluarga, sekolah, masyarakat, tokoh agama, dan negara.

Anak-anak tidak lahir sebagai pelaku kejahatan. Mereka dibentuk oleh lingkungan, pendidikan, pergaulan, serta nilai-nilai yang mereka serap setiap hari. Ketika remaja kehilangan arah, maka yang harus kita perbaiki bukan hanya perilakunya, tetapi juga ekosistem pendidikan dan pembinaan yang mengelilinginya.

Baca Juga:  Implementasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Nasional

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era digital, tantangan semakin berat. Gawai tanpa pengawasan, konten yang merusak, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, serta pudarnya rasa malu menjadi ancaman nyata bagi pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pendidikan akhlak harus kembali menjadi prioritas utama.

Keluarga adalah madrasah pertama. Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga wajib menghadirkan kasih sayang, pengawasan, keteladanan, dan komunikasi yang hangat. Anak-anak perlu mengetahui bahwa mereka dicintai sekaligus dibimbing dengan aturan yang jelas.

Baca Juga:  Tiga Dosa Pertama dalam Kehidupan

Di sisi lain, pesantren telah lama membuktikan perannya sebagai lembaga pembinaan karakter. Mondok bukan hanya belajar membaca kitab atau memperdalam ilmu agama, tetapi juga melatih kedisiplinan, kesederhanaan, tanggung jawab, penghormatan kepada guru, pengendalian diri, serta pembiasaan hidup dalam nilai-nilai Islam. Semua itu merupakan fondasi penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia.

Tentu tidak semua anak harus menjadi santri, tetapi semangat pendidikan pesantren—yakni pembentukan akhlak, adab, dan kedekatan kepada Allah SWT—perlu dihadirkan dalam keluarga, sekolah, dan kehidupan masyarakat.

Peristiwa di Sampang hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat dalam melindungi anak-anak dari kerusakan moral dan kekerasan seksual.

Baca Juga:  Iqra’, Pesan Pendidikan yang Relevan di Era Digital

Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemuliaan akhlaknya. Generasi yang berilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah, sedangkan generasi yang berakhlak akan menjadi cahaya bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Semoga Allah SWT melindungi anak-anak Indonesia, menguatkan para orang tua dalam mendidik amanah yang dititipkan kepada mereka, memberikan kesembuhan dan keadilan bagi korban, serta membimbing bangsa ini menuju masyarakat yang lebih beradab, aman, dan bermartabat.

Berita Terkait

Demi Mengulang Kenangan lama, Hadir di Reuni Akbar 100 Tahun Gontor
Pesantren dan Empat Penjaga Kehidupan
Tongkat dan Ramuan Sakti yang Belum Teruji
Ke Gontor, Apa yang akan Kau Beri?
Gontor, Kiai dan Adab Seorang Santri
Pesantren Menggugat Keadilan: Saat Pengakuan Negara Belum Berbuah Kesetaraan
18.540 Siswa SD Kabupaten Bogor, Modal Indonesia Emas atau Bom Waktu?
Menjaga Pesantren, Menegakkan Keadilan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Demi Mengulang Kenangan lama, Hadir di Reuni Akbar 100 Tahun Gontor

Jumat, 25 September 2026 - 11:14 WIB

Pesantren dan Empat Penjaga Kehidupan

Kamis, 24 September 2026 - 10:27 WIB

Tongkat dan Ramuan Sakti yang Belum Teruji

Rabu, 23 September 2026 - 09:28 WIB

Ke Gontor, Apa yang akan Kau Beri?

Rabu, 23 September 2026 - 09:24 WIB

Gontor, Kiai dan Adab Seorang Santri

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB